TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menggaungkan pentingnya sportivitas, persatuan, dan pembinaan generasi muda melalui turnamen mini soccer di Lapangan Mini Soccer Desa Pulorejo, Kecamatan Ngantru, Senin (7/9/2026).
Baharudin hadir dalam pembukaan Pendidikan Politik dan Turnamen Mini Soccer bertajuk “Asyik Menuju Puncak” yang digelar Partai Golkar Jawa Timur pada 7–8 September 2026. Turnamen tersebut mengusung tema “Sportif dalam Pertandingan, Solid dalam Persatuan, Bersama Menuju Puncak” dan memperebutkan Piala Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Menurut Baharudin, mini soccer bukan sekadar pertandingan untuk mengejar kemenangan. Kompetisi olahraga dapat menjadi ruang mempererat hubungan antarmasyarakat, terlebih peserta datang dari sejumlah daerah, termasuk Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek.
“Ini menjadi kehormatan bagi Tulungagung karena dipercaya menjadi tuan rumah. Selain kompetisi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempromosikan daerah,” kata Ahmad.
Ia juga mengapresiasi keberadaan fasilitas mini soccer di Desa Pulorejo. Menurutnya, sarana olahraga di tingkat desa memiliki peran penting dalam menyediakan ruang aktivitas positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Soccer “Asyik Menuju Puncak” di Lapangan Mini Soccer Desa Pulorejo, Kecamatan
Ngantru, Tulungagung, Senin (7/9/2026). Kegiatan yang memperebutkan Piala Ketua Umum
Bahlil Lahadalia tersebut diikuti peserta dari sejumlah wilayah dan mengusung semangat
sportivitas serta persatuan.
Namun, Baharudin mengingatkan pembangunan fasilitas olahraga harus diikuti dengan pengelolaan dan pemanfaatan secara berkelanjutan. Ia berharap lapangan tersebut tidak hanya ramai saat turnamen, tetapi dapat dimanfaatkan secara rutin untuk olahraga dan pembinaan atlet.
“Fasilitas yang sudah dibangun harus dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Di hadapan para pemain, Baharudin secara khusus menekankan pentingnya menjaga sportivitas selama pertandingan. Para peserta diminta menaati aturan, menjaga keselamatan pemain, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.
Baginya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam sebuah kompetisi. Menghormati lawan, mematuhi aturan dan menjaga pertandingan tetap kondusif merupakan bagian penting dari nilai olahraga.
Baharudin melihat perkembangan mini soccer di tengah masyarakat sebagai peluang untuk memperkuat olahraga berbasis komunitas. Kompetisi semacam ini dinilai mampu memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menyalurkan energi melalui kegiatan positif.
Ia berharap geliat mini soccer tidak berhenti setelah turnamen selesai. Masyarakat didorong semakin aktif berolahraga dan memanfaatkan fasilitas olahraga yang tersedia dalam kehidupan sehari-hari.
“Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan semangat tersebut, turnamen mini soccer di Pulorejo tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang membangun sportivitas, memperkuat persatuan, sekaligus mendorong pembinaan generasi muda melalui olahraga dari tingkat desa.
Jurnalis: Pandhu













