AgamaStrategyTulungagung

Swadaya Warga Gedangsewu, Maulid Nabi Jadi Momentum Dukung Pemerintahan

×

Swadaya Warga Gedangsewu, Maulid Nabi Jadi Momentum Dukung Pemerintahan

Sebarkan artikel ini
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Miftahul Khoir, Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu,Selasa malam (1/9/2026).

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Miftahul Khoir, Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu,Selasa malam (1/9/2026) berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Jamaah putri peringatan Msulid Nabi Muhammad SAW di Musholla, Gedangsewu, Boyolangu

Menariknya, kegiatan yang dihadiri Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin tersebut mendapat dukungan kuat dari warga melalui semangat swadaya dan gotong royong. Jamaah Yasin Tahlil, masyarakat sekitar hingga para donatur turut menopang terselenggaranya acara.

Kehadiran Ahmad Baharudin semakin mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dalam sambutannya, ia mengajak warga menjaga persatuan, silaturahmi dan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menysmpaian sambutan.

Ahmad Baharudin menegaskan, nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai nasihat, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Annadhofatu minal iman,” pesan Ahmad, seraya mengingatkan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Ia juga menekankan pentingnya silaturahmi dan kerukunan karena pembangunan membutuhkan partisipasi serta kekompakan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Singgih mengatakan, Maulid Nabi bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum memperkuat kebersamaan warga sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW, Singgih menyampaikan pengantar.

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama terselenggaranya kegiatan. Jamaah Yasin Tahlil Miftahul Khoir, masyarakat sekitar dan para donatur ikut memberikan dukungan.

“Keberhasilan acara tidak semata diukur dari kemeriahannya, tetapi dari seberapa jauh pesan Maulid Nabi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Singgih.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Mastur Sofwan, Pengasuh Pondok Pesantren Darussolihin Campurdarat, menyampaikan tausiyah tentang pentingnya ilmu dan kewajiban setiap muslim untuk terus belajar.

Ia menjelaskan empat posisi manusia dalam berinteraksi dengan ilmu, yakni orang yang mengajarkan ilmu (Aliman), orang yang terus belajar (Muta’alliman), orang yang mendengarkan ilmu (Mustami’an), serta golongan yang tidak mau belajar, mengajar maupun mendengarkan ilmu yang harus dihindari.

Gus Mastur Sofwan, Pengasuh Pondok Pesantren Darussolihin Campurdarat, Tulungagung menyampaikan tausiyah didampingi Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.

Pesan Gus Mastur sederhana namun kuat: setiap orang memiliki ruang untuk belajar dan mengambil manfaat dari ilmu. Yang tidak boleh dilakukan adalah menutup diri dari ilmu dan kebaikan.

Bagi warga Gedangsewu, kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga dukungan dan partisipasi masyarakat.

Maulid Nabi pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan keagamaan: swadaya warga, persatuan umat dan dukungan terhadap pemerintahan berjalan bersama.

Jurnalis : Pandhu