StrategyTulungagung

KADIN Tulungagung Bidik Pengusaha Muda, Target Ribuan Lapangan Kerja

×

KADIN Tulungagung Bidik Pengusaha Muda, Target Ribuan Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini
Ketua KADIN Tulungagung Rifqi Firmansyah, S.H

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tulungagung memasang target besar dalam lima tahun ke depan. Bukan sekadar menambah jumlah pelaku usaha, KADIN ingin mencetak pengusaha muda yang mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus membuka ribuan lapangan pekerjaan.

Ketua KADIN Tulungagung Rifqi Firmansyah, S.H., menegaskan program tersebut harus melampaui pola pelatihan bisnis konvensional. Calon pengusaha tidak cukup hanya dibekali kemampuan membuat dan menjual produk, tetapi harus memiliki karakter, integritas, kemampuan memecahkan masalah serta keberanian mengambil keputusan.

Hal itu disampaikan Rifqi dalam wawancara eksklusif dengan Harian News di kantor KADIN Tulungagung, Sabtu (29/8/2026).

“Targetnya bukan hanya orang bisa berbisnis, tetapi bagaimana dalam lima tahun ke depan muncul para direktur dan pengusaha muda yang mampu mandiri secara finansial sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Tulungagung,” ujar Rifqi.

Karakter Jadi Fondasi

Menurut Rifqi, masih terdapat anggapan di masyarakat bahwa uang merupakan modal utama untuk memulai usaha. KADIN justru menempatkan karakter dan integritas sebagai fondasi utama seorang pengusaha.

Dalam konsep pembinaan yang digagas, karakter personal dan integritas memiliki bobot penilaian hingga 70 persen. Sedangkan 30 persen lainnya berasal dari attitude serta indikator pendukung.

Kemampuan menghadapi persoalan dan tekanan juga menjadi perhatian. Seorang pengusaha, kata Rifqi, bukan hanya dituntut mampu memulai bisnis, tetapi juga harus memiliki ketangguhan untuk bertahan ketika menghadapi krisis.

Problem-solving, kredibilitas dan tingkat kepercayaan dari orang lain menjadi modal penting yang harus dibangun sejak awal. Sebab, ketika bisnis berkembang, pengusaha akan berhadapan bukan hanya dengan konsumen, tetapi juga investor, mitra usaha, pemasok, pekerja hingga pasar yang lebih luas.

KADIN Jadi Penghubung Pengusaha, Investor dan Pasar

Rifqi menyadari pengusaha tidak bisa berkembang sendirian. Banyak pelaku usaha memiliki produk potensial, namun masih menghadapi kendala permodalan, manajemen, kualitas produk, kemasan hingga akses pasar.

Karena itu, KADIN mengambil posisi sebagai penghubung tiga unsur penting dalam ekosistem bisnis, yakni pelaku usaha, investor dan pasar.

Pelaku usaha yang mempunyai produk potensial namun terkendala modal akan diarahkan untuk mendapatkan akses investor. Sementara mereka yang masih lemah dalam manajemen akan mendapatkan pendampingan untuk memperbaiki tata kelola bisnis, meningkatkan kualitas produk dan menyempurnakan kemasan.

“Kalau produknya bagus tetapi tidak punya modal, kita bantu hubungkan dengan investor. Kalau manajemennya masih lemah, kita dampingi. Tujuannya supaya produk itu tidak hanya bagus di Tulungagung, tetapi bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Rifqi.

Dari Pasar Lokal Menuju Nasional dan Ekspor

KADIN juga menargetkan produk-produk lokal Tulungagung tidak berhenti di pasar daerah. Pembinaan diarahkan agar produk lokal memiliki daya saing untuk menembus pasar nasional hingga membuka peluang ekspor.

Namun, langkah tersebut bukan pekerjaan sederhana.

Produk yang hendak masuk pasar nasional maupun internasional harus memenuhi berbagai aspek, mulai kualitas, legalitas, kapasitas produksi, kemasan, kontinuitas pasokan hingga strategi pemasaran.

Karena itu, pembinaan tidak boleh berhenti pada kemampuan menghasilkan produk. Pengusaha harus memahami bagaimana membangun sistem bisnis yang mampu bertahan dan berkembang.

Menyasar Usia 25-35 Tahun

Program pencetakan pengusaha muda tersebut secara khusus menyasar kelompok usia 25 hingga 35 tahun.

Rifqi menilai kelompok usia tersebut memiliki perpaduan antara kematangan berpikir dan keberanian mengambil risiko yang relatif kuat. Namun, keberanian dalam berbisnis tidak boleh dimaknai sebagai tindakan tanpa perhitungan.

Risiko harus diambil berdasarkan analisis, pengalaman serta kemampuan membaca peluang. Karena itu, proses seleksi dan pendampingan menjadi bagian penting dalam pembentukan calon pengusaha muda.

Bukan Sekadar Gelar CEO

KADIN ingin memastikan peserta yang nantinya menyandang predikat CEO bukan sekadar memiliki jabatan atau gelar, tetapi benar-benar mempunyai kapasitas sebagai pemimpin perusahaan.

Seorang CEO dituntut mampu mengelola perusahaan, mengambil keputusan, membangun jaringan, mengembangkan pasar dan menciptakan dampak ekonomi.

Ukuran keberhasilan, menurut Rifqi, pada akhirnya bukan hanya besarnya omzet yang diraih. Lebih penting lagi adalah seberapa besar manfaat ekonomi yang diberikan kepada masyarakat, termasuk kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan.

Ribuan Lapangan Kerja Harus Bisa Dibuktikan

Di titik inilah ambisi KADIN Tulungagung menghadapi tantangan terbesar.

Target melahirkan pengusaha yang mampu membuka ribuan lapangan kerja dalam lima tahun harus dibuktikan melalui hasil yang terukur.

Bukan hanya berapa banyak peserta pelatihan yang lahir, tetapi juga berapa usaha yang tumbuh, berapa yang naik kelas, berapa investasi yang berhasil masuk, berapa tenaga kerja yang terserap serta berapa produk lokal yang berhasil menembus pasar nasional dan ekspor.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut nantinya menjadi ukuran konkret keberhasilan program.

Sebab, transformasi ekonomi tidak cukup dibuktikan melalui seminar dan pelatihan. Transformasi baru benar-benar terlihat ketika usaha yang dibangun mampu bertahan, berkembang, menciptakan pekerjaan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Dengan demikian, target ribuan lapangan kerja bukan sekadar angka ambisius. Ia menjadi ukuran seberapa jauh KADIN Tulungagung mampu mengubah pembinaan pengusaha muda menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah.

Jurnalis: Pandhu