BlitarPemerintahanSeni Budaya

Bupati Rijanto Budayakan Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Jadi Penggerak Ekonomi Warga

×

Bupati Rijanto Budayakan Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini
Prosesi Siraman Gong Kyai Pradah Lodoyo, Blitar

Prosesi Siraman Gong Kyai Pradah Lodoyo, Blitar

BLITAR, HARIAN-NEWS.com — Tradisi Jamasan Gong Kyai Pradah kembali digelar di Kabupaten Blitar pada 2026. Prosesi siraman pusaka yang menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Lodoyo tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Pelaksanaan Jamasan Gong Kyai Pradah tahun ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Blitar, Jamasan Gong Kyai Pradah bukan sekadar ritual tahunan. Di bawah kepemimpinan Bupati Blitar Rijanto, tradisi tersebut terus didorong sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur sekaligus mengembangkan potensi pariwisata budaya dan ekonomi kreatif masyarakat.

Bupati Blitar Rijanto mengatakan, pelaksanaan siraman Gong Kyai Pradah merupakan bentuk komitmen bersama untuk mempertahankan tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kita semua tadi baru saja melaksanakan acara tradisi siraman Gong Kyai Pradah tahun 2026 yang jatuh pada hari Kamis. Acara ini setiap tahun kita laksanakan. Tentunya ini tradisi yang baik, tinggalan para leluhur kita yang kita lestarikan,” ujar Rijanto.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi tersebut tidak terlepas dari kekompakan, keguyuban dan kepedulian masyarakat. Jamasan Gong Kyai Pradah, kata Rijanto, pada awalnya tumbuh dan berkembang dari masyarakat sebelum pemerintah kemudian turut hadir memberikan dukungan.

Rijanto juga menyebut Gong Kyai Pradah telah mendapatkan pengakuan pemerintah pusat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Status tersebut menjadi penguat bagi Pemkab Blitar untuk terus menjaga eksistensi tradisi agar tetap hidup dan dikenal generasi mendatang.

Namun, pelestarian budaya menurut Rijanto tidak cukup berhenti pada aspek ritual. Tradisi tersebut harus mampu dikemas menjadi potensi wisata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Setiap tahun ini kita kemas agar tidak hanya kita melestarikan budaya, tetapi kita kemas untuk pengembangan pariwisata kita. Pariwisata budaya yang tentunya ini punya dampak untuk pengembangan ekonomi kreatif masyarakat,” jelasnya.

Geliat Jamasan Gong Kyai Pradah pun dinilai memberikan efek ekonomi bagi warga. Ramainya masyarakat dan wisatawan membuka peluang bagi pedagang, pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif untuk meningkatkan aktivitas usahanya.

Rijanto menegaskan, penyelenggaraan agenda budaya tersebut tidak semata-mata harus dilihat dari sisi efisiensi anggaran. Pemerintah daerah justru berkepentingan memastikan kegiatan budaya dapat memberikan ruang ekonomi bagi masyarakat, khususnya lapisan bawah.

“Kalau bicara efisiensi tidak seperti ini. Justru ini tanggung jawab kita bersama untuk mendorong masyarakat agar tetap bangkit ekonominya dengan cara-cara tampilan semacam ini,” ujarnya.

“Ini tidak ada hubungannya dengan efisiensi, justru ini adalah menyentuh kehidupan masyarakat lapisan bawah,” sambungnya.

Pemkab Blitar, lanjut Rijanto, tetap memberikan perhatian terhadap keberlangsungan agenda budaya tersebut. Dukungan anggaran melalui APBD disiapkan setiap tahun untuk kegiatan-kegiatan yang dinilai memiliki nilai budaya sekaligus manfaat bagi masyarakat.

“Ya, tiap tahun selalu kita sisakan APBD untuk acara-acara semacam ini,” pungkasnya.

Dengan konsep yang terus dikembangkan, Jamasan Gong Kyai Pradah kini memiliki peran yang semakin strategis. Selain menjadi simbol pelestarian warisan leluhur, tradisi tersebut diarahkan menjadi magnet wisata budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif dan UMKM masyarakat Kabupaten Blitar.

Bagi Pemkab Blitar, menjaga Gong Kyai Pradah berarti menjaga identitas dan jati diri daerah. Namun yang tak kalah penting, keberadaan tradisi tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelestariannya.

Jurnalis: Etok

Harian-news.com