BLITAR, HARIAN-NEWS.com — Pemerintah Kota Blitar kembali menggelar Blitar Ethnic National (BEN) Carnival ke-5 dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, parade budaya yang menampilkan kekayaan adat dan budaya Nusantara tersebut digelar pada malam hari, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin mengatakan, perubahan waktu pelaksanaan menjadi salah satu inovasi dalam penyelenggaraan BEN Carnival tahun ini. Meski digelar malam hari, rute karnaval masih menggunakan jalur seperti penyelenggaraan sebelumnya.
“Karena ini edisi kelima atau lima tahun, maka mulai tahun ini kita coba tampilkan di malam hari. Rutenya memang masih seperti kemarin. Tahun-tahun mendatang mungkin rutenya akan diperpanjang,” ujar Mas Ibin.
BEN Carnival ke-5 menghadirkan sekitar 40 penampilan yang mewakili 34 provinsi di Indonesia. Beragam seni, adat, budaya, tari, serta talenta Nusantara ditampilkan untuk menggambarkan besarnya kekayaan budaya Indonesia.
Menurut Mas Ibin, penyelenggaraan BEN Carnival sengaja dikaitkan dengan momentum kemerdekaan. Hal tersebut untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan kekayaan budaya yang beragam, namun tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sebagai bangsa yang majemuk, bangsa yang bertanah air satu, berbagai ragam budaya dan adat kita tampilkan. Ini sekaligus agar masyarakat mengetahui bahwa bangsa kita sangat besar, sangat beragam dan sangat majemuk sehingga bisa bersatu menjadi satu kesatuan NKRI,” jelasnya.

Selain menjadi hiburan masyarakat, BEN Carnival diharapkan menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan berbagai adat dan budaya Nusantara kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Mas Ibin mengatakan, konsep dasar BEN Carnival dari tahun ke tahun tetap mempertahankan keberagaman budaya. Namun, Pemkot Blitar terus melakukan inovasi, baik dari sisi tata acara, tampilan maupun pengaturan ruang bagi penonton.
Salah satu perubahan yang terlihat tahun ini adalah penggunaan pagar pembatas yang lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Kebijakan tersebut membuat masyarakat dapat lebih leluasa melihat dan menikmati pertunjukan.
“Layout-nya, inovasinya, kemudian hal-hal yang terkait dengan tampilannya selalu kita perbaiki. Masyarakat juga melihat ada perbaikan. Kalau kemarin mungkin dipagar besi penuh, sekarang pagarnya lebih pendek sehingga masyarakat bisa leluasa melihat dan menikmati,” katanya.
Ia berharap pada penyelenggaraan mendatang rute BEN Carnival dapat diperpanjang sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati parade budaya tersebut.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Mas Ibin menegaskan kegiatan yang melibatkan masyarakat tetap menjadi perhatian Pemerintah Kota Blitar. Menurutnya, efisiensi lebih diarahkan pada penghematan internal pemerintahan, sementara kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap diupayakan berjalan maksimal.
“Efisiensi itu dalam artian kami berusaha menghemat di internal pemerintahan. Tapi dalam hal acara dan melibatkan masyarakat, kami akan memperbanyak,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, berbagai kegiatan yang menghadirkan masyarakat diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah dan warga.
Dalam penyelenggaraan BEN Carnival tahun ini, sejumlah talenta dari luar Kota Blitar juga dilibatkan. Keterlibatan tersebut dilakukan karena banyaknya jenis seni dan budaya yang ditampilkan sehingga membutuhkan penari serta talenta dari berbagai daerah.
Selain menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, BEN Carnival juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menjadi peluang bagi pelaku UMKM dan usaha lokal untuk ikut bergerak selama kegiatan berlangsung.
Mas Ibin berharap BEN Carnival dapat semakin memperkuat identitas Kota Blitar sebagai kota budaya sekaligus daerah yang menarik untuk dikunjungi.
“Dengan seperti ini harapannya Kota Blitar akan identitasnya lebih kuat sebagai kota budaya, sekaligus sebagai kota yang patut dikunjungi karena banyak hiburannya yang terkait dengan kebudayaan dan keberagaman,” pungkasnya.
Jurnalis: Etok
HARIAN-NEWS.com













