
Buka Pintu Lebar, Kantor Partai Tak Lagi ‘Angker’
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Ratusan hingga mendekati seribu warga memadati kawasan Kantor DPD Partai Golkar Tulungagung, Minggu (23/8/2026) pagi. Mereka mengikuti kegiatan “Sepeda Sehat, Ngopi dan Sarapan Bersama Golkar Tulungagung” yang dikemas dengan suasana santai, olahraga, hiburan, serta interaksi langsung antara masyarakat dan partai politik.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB tersebut terbuka untuk masyarakat umum. Panitia menyediakan 1.200 kupon undian gratis dengan berbagai doorprize bagi peserta.
Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung sekaligus Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, S.Hum., M.Kp., hadir langsung dan membaur bersama masyarakat.
Mengusung slogan “Opo wae sepedahe, seng penting sehat awake”, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai agenda olahraga, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan antara partai politik dan masyarakat.
“Hari ini temanya sederhana, kita sepedaan, sarapan, dan ngopi bareng,” ujar Jairi.
Tempuh Rute 10 Kilometer
Ribuan peserta kemudian mengayuh sepeda bersama menempuh rute sekitar 10 kilometer.
Rute dimulai dari kawasan Masjid Al-Muslimun, kemudian melewati sejumlah titik, di antaranya Ngujang 2, Ngujang 1, kawasan Pabrik Kertas hingga area Klinik Dokter Siska. Peserta selanjutnya kembali dan finis di halaman Kantor DPD Partai Golkar Tulungagung.
Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya peserta yang mengikuti kegiatan. Dari 1.200 kupon undian yang disediakan panitia, jumlah peserta yang hadir disebut berada pada kisaran 700 hingga 1.000 orang.
Sebelum peserta diberangkatkan, Jairi mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan. Peserta diminta menjaga jarak, memperhatikan kondisi sekitar, saling mengingatkan, serta mengikuti arahan petugas kepolisian yang melakukan pengamanan.
“Keselamatan bersama adalah yang utama, agar kita semua bisa sampai di tujuan dan bisa sarapan kenyang bersama-sama,” pesannya.
Hapus Kesan Kantor Partai ‘Angker’
Di balik kegiatan bersepeda, sarapan, ngopi dan pembagian doorprize, terdapat pesan yang lebih luas yang ingin dibangun Golkar Tulungagung.
Jairi ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap kantor partai yang selama ini dinilai identik dengan ruang eksklusif dan aktivitas politik internal.
Ia secara tegas menyampaikan keinginannya untuk menghilangkan anggapan bahwa kantor partai hanya ramai menjelang momentum pemilu.
“Kami ingin menghapus kesan bahwa kantor partai itu ‘angker’, atau tempat yang hanya hidup dan didatangi warga lima tahun sekali saat pemilu saja,” tegas Jairi.
Menurutnya, Kantor DPD Partai Golkar Tulungagung harus dapat menjadi ruang yang lebih terbuka bagi masyarakat.
Warga dari berbagai kalangan dipersilakan datang untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, maupun sekadar berinteraksi secara informal.
Dengan konsep tersebut, kantor partai diharapkan tidak hanya menjadi tempat rapat internal organisasi, tetapi juga berkembang menjadi rumah aspirasi masyarakat.
September Disiapkan Kegiatan Gratis
Upaya membuka ruang interaksi tersebut tidak berhenti pada kegiatan sepeda sehat.
Agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus menyongsong HUT ke-62 Partai Golkar yang puncaknya akan berlangsung pada 20 Oktober.
Memasuki September, sejumlah kegiatan lain direncanakan digelar untuk menghidupkan ruang publik di lingkungan DPD Partai Golkar Tulungagung.
Di antaranya apresiasi terhadap kesenian tradisional lokal serta kelas public speaking yang direncanakan dapat diikuti masyarakat secara gratis.
Langkah tersebut menunjukkan adanya upaya Golkar Tulungagung membangun pola komunikasi politik yang lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat.
Heru Tjahjono Tekankan Hidup Sehat
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.
Heru menyapa masyarakat Tulungagung dalam suasana yang cair dan penuh keakraban.
“Bapak, Ibu-ibu sedoyo di Kabupaten Tulungagung,” sapanya.

Heru mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan olahraga bersama tersebut. Menurutnya, kebiasaan berolahraga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat.
Sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang salah satu ruang lingkup tugasnya berkaitan dengan bidang kesehatan, pesan mengenai pola hidup sehat menjadi salah satu hal yang ditekankannya.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga kesantunan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Suasana kemudian semakin cair ketika Heru sempat bercanda mengenai kemungkinan bernyanyi bersama peserta apabila masih diberikan kesempatan dalam rangkaian acara.
Politik Tak Harus Selalu di Mimbar
Kegiatan Sepeda Sehat, Ngopi dan Sarapan Bersama Golkar Tulungagung pada akhirnya tidak sekadar menghadirkan olahraga, sarapan, kopi dan doorprize.
Ada pesan politik yang coba dibangun, yakni bagaimana partai politik dapat hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika membutuhkan dukungan suara dalam kontestasi elektoral.
Melalui kegiatan yang dikemas santai, Jairi ingin membangun komunikasi yang lebih cair dengan warga.
Gagasan membuka kantor partai sebagai ruang publik juga menjadi bagian dari upaya mengubah persepsi masyarakat terhadap institusi politik.
Di tengah kayuhan sepeda dan suasana sarapan bersama, Golkar Tulungagung mencoba menunjukkan bahwa politik tidak selalu harus berlangsung di ruang formal dan mimbar.
Politik juga dapat dibangun melalui ruang perjumpaan sederhana: berolahraga bersama, duduk satu meja, berbincang, mendengar aspirasi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Namun, gagasan menjadikan kantor partai sebagai rumah aspirasi tentu akan diuji oleh konsistensi pelaksanaannya.
Pertanyaan berikutnya adalah sejauh mana ruang terbuka tersebut benar-benar dapat dipertahankan setelah kegiatan seremonial berakhir.
Sebab, menghapus kesan kantor partai sebagai tempat yang “angker” bukan hanya membutuhkan satu kegiatan yang meriah, tetapi juga keberlanjutan program, keterbukaan komunikasi dan kemauan untuk terus menerima masyarakat di luar momentum politik.
Dengan demikian, sepeda sehat kali ini bukan sekadar soal mengayuh pedal.
Ada upaya untuk mengayuh lebih jauh—mendorong partai politik agar semakin dekat dengan masyarakat dan menjadikan kantor partai sebagai ruang perjumpaan yang benar-benar hidup.
Jurnalis: Pandhu













