H. Ahmad Baharudin Plt. Bupati Tulungagung bersama Ny. Yuyun Ahmad Baharudin Plt. TP PKK Kabupaten Tulungagung saat pembukaan GPM di Dinas Ketahanan Pangan, Kamis (7/8/2026).

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan daerah di tengah ancaman perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Tulungagung adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pameran Produk Unggulan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung itu menghadirkan 43 stan dari instansi pemerintah, kelompok tani, UMKM, dan pelaku usaha lokal. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar.
Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan perubahan iklim telah menjadi tantangan serius yang berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan stabilitas harga pangan.
“Penurunan produktivitas pertanian dapat mengurangi pendapatan petani dan mendorong naiknya angka kemiskinan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menjadi ancaman bagi stabilitas daerah,” ujarnya saat membuka kegiatan, Kamis (6/8/2026).

Menurut Baharudin, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Program tersebut juga menjadi upaya memperpendek rantai distribusi sehingga harga di tingkat konsumen tetap terjangkau tanpa merugikan petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung Sony Weli Ahmadi menjelaskan seluruh stan menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, sayuran, buah-buahan hingga produk olahan UMKM lokal.
“Tahun ini ada 43 stan yang berpartisipasi. Selain menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi produk unggulan daerah,” jelasnya.
Pemkab Tulungagung juga terus memperkuat sektor pertanian melalui bantuan sarana produksi, modernisasi alat pertanian, penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), serta pengembangan lumbung pangan desa.
Upaya tersebut dinilai cukup efektif. Saat ini sebagian besar komoditas pangan di Tulungagung berada dalam kondisi surplus dengan harga relatif stabil. Kondisi itu turut mendukung pengendalian inflasi daerah yang tercatat sebesar 2,23 persen (year on year), lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur maupun nasional.

peserta berfoto bersama usai pembukaan Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk
Unggulan Kabupaten Tulungagung Tahun 2026
Baharudin menegaskan keberhasilan menjaga ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai pemerintah, petani, pelaku usaha hingga masyarakat.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami ingin memastikan masyarakat merasa aman karena stok kebutuhan pokok tersedia. Ketahanan pangan harus dijaga bersama agar tetap kuat menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya.
Jurnalis : Pandhu













