
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Dentuman drum dan langkah-langkah kecil anak usia dini memenuhi pusat Kota Tulungagung, Sabtu (25/4/2026). Sebanyak 1.500 anak dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) mengikuti Parade Drumband 2026 yang digelar IGTKI-PGRI Kecamatan Tulungagung dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Pemkab Tulungagung itu diikuti 64 tim drumband dari berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Tulungagung serta sejumlah wilayah sekitar, seperti Boyolangu, Kedungwaru, Sumbergempol, Ngunut, Kalidawir, Gondang, hingga Karangrejo.
Sejak pagi, para peserta tampak memadati lokasi registrasi. Dengan mengenakan kostum berwarna-warni dan membawa perlengkapan drumband masing-masing, anak-anak berjalan menyusuri sejumlah ruas utama kota sebelum finis di kawasan Taman Budaya Kabupaten Tulungagung.
Ketua IGTKI-PGRI Kecamatan Tulungagung, Diah Tristarini, mengatakan parade drumband bukan sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi anak usia dini.
Menurutnya, kegiatan tersebut melatih disiplin, tanggung jawab, kekompakan, sekaligus keberanian anak untuk tampil di ruang publik sejak dini.
“Anak-anak belajar mengikuti aturan, menjaga kekompakan, sekaligus membangun rasa percaya diri. Ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mereka,” ujar Diah.

Ia menilai drumband memiliki unsur pendidikan yang kuat karena memadukan seni, olahraga, dan kerja sama tim. Anak-anak juga belajar mandiri selama mengikuti kegiatan tanpa ketergantungan penuh kepada orang tua.
Di tengah tingginya penggunaan gawai pada anak usia dini, kegiatan kolektif seperti parade drumband dinilai menjadi ruang sosial yang penting. Anak-anak tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga belajar berinteraksi, melatih konsentrasi, dan memahami tanggung jawab bersama dalam sebuah tim.
Parade drumband tahunan tersebut mendapat perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute kegiatan. Sejumlah warga tampak berhenti di tepi jalan untuk menyaksikan penampilan peserta dengan formasi dan irama yang beragam.
Panitia menyebut tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya antusiasme lembaga pendidikan terhadap pengembangan kegiatan ekstrakurikuler di tingkat anak usia dini. Jumlah peserta tahun ini juga dinilai meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antar lembaga pendidikan di Tulungagung sekaligus mendorong terciptanya ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
Ke depan, IGTKI-PGRI Tulungagung berencana meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Persatuan Drumband Indonesia (PDBI), guna memperbaiki kualitas penyelenggaraan agar lebih tertib dan tepat waktu.
Bagi para peserta, parade itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi para pendidik, pengalaman berjalan di tengah keramaian sambil menjaga ritme dan kekompakan diyakini menjadi proses pembelajaran yang akan membekas dalam perkembangan karakter anak-anak.
Jurnalis : Pandhu.













