


TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Keterbatasan anggaran akibat pemangkasan dari pemerintah pusat memaksa Pemerintah Desa Bendo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, memangkas jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa menjadi hanya tujuh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Senin (13/4/2026).
Kepala Desa Bendo, Maryadi, S.Pd., menjelaskan bahwa penurunan jumlah penerima disebabkan adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, sehingga desa harus melakukan penyesuaian, termasuk memperketat kriteria penerima bantuan.
“Jumlah KPM tahun ini hanya tujuh orang, jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya. Namun kami pastikan seluruh penerima benar-benar warga yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Dalam penyaluran tersebut, masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan yang diberikan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga total yang diterima mencapai Rp600.000 per orang.
Menurut Maryadi, penyaluran secara rapel dilakukan agar manfaat bantuan dapat lebih dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok untuk beberapa waktu ke depan.
Pemerintah desa menerapkan seleksi ketat dalam menentukan penerima BLT. Prioritas diberikan kepada warga lanjut usia yang hidup sebatang kara, janda atau duda tanpa penopang ekonomi, serta masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap.
Selain itu, verifikasi data dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak terjadi tumpang tindih dengan program bantuan sosial lainnya.
“Kami pastikan tidak ada penerima bantuan ganda. Prinsipnya harus adil dan tepat sasaran,” tegasnya.

Di lapangan, sebagian penerima tidak dapat hadir langsung saat penyaluran karena kondisi fisik yang lemah, bahkan ada yang mengalami sakit lumpuh. Oleh karena itu, bantuan diambil oleh perwakilan keluarga dengan tetap melalui proses validasi.
“Ada penerima yang sudah tidak bisa berjalan, bahkan hanya terbaring di rumah, sehingga pengambilan diwakilkan keluarga,” tambahnya.
Pemerintah Desa Bendo juga berupaya menjaga transparansi dengan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat guna menghindari potensi kecemburuan sosial.
Maryadi berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan, sekaligus menjadi wujud kehadiran negara di tengah masyarakat rentan.
“Kami berharap bantuan ini bisa memberikan ketenangan bagi penerima. Semua sudah sesuai kriteria dan kebutuhan,” pungkasnya.
Penyaluran BLT Dana Desa ini mencerminkan upaya pemerintah desa dalam mengelola keterbatasan anggaran secara selektif, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan dan ketepatan sasaran.
Jurnalis: Pandhu/Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !