160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

“Di Atas Becak Listrik, Mbak Elim Menyusuri Pagi: Hemat Energi, Menggerakkan Asa Kota”

Mbak Elim Tyu Samba Wakil Walikota Blitar menikmati Becak Listrik

BLITAR KOTA, HARIAN-NEWS.com — Pagi itu, suasana Kota Blitar terasa sedikit berbeda. Di tengah lalu lintas yang mulai menggeliat, sebuah becak listrik melaju pelan namun pasti. Di atasnya, duduk Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba—atau yang akrab disapa Mbak Elim—menuju kantornya, Senin (06/04/2026).

Bukan sekadar perjalanan biasa, momen ini menjadi simbol perubahan. Tanpa deru mesin kendaraan dinas, Mbak Elim memilih moda transportasi yang lebih senyap, hemat energi, sekaligus sarat makna sosial.
“Ini bagian dari ikhtiar kita menindaklanjuti imbauan pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi BBM,” ujarnya dengan senyum hangat, sembari sesekali menyapa warga yang ditemuinya di sepanjang jalan.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Blitar sebelumnya menerima bantuan ratusan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Kini, sekitar 200 unit telah tersebar dan digunakan oleh para pengemudi becak di berbagai sudut kota.

Di tangan para abang becak, kendaraan ini bukan hanya alat transportasi, tetapi juga harapan baru. Lebih ringan dikayuh—bahkan tanpa kayuhan—lebih hemat biaya operasional, dan tentu saja lebih ramah lingkungan.
Bagi Mbak Elim, memilih becak listrik bukan sekadar soal efisiensi energi. Ada pesan yang ingin disampaikan: bahwa kebijakan publik bisa dimulai dari keteladanan.
“Kalau pimpinan saja bisa naik becak ke kantor, kenapa tidak dengan ASN? Selain nyaman, biayanya juga relatif terjangkau,” tuturnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Di balik roda becak yang berputar, ada denyut ekonomi kecil yang ikut bergerak. Setiap perjalanan berarti peluang rezeki bagi para pengemudi. Setiap senyum penumpang menjadi semangat bagi mereka untuk terus bertahan di tengah perubahan zaman.

Lebih jauh, Pemkot Blitar juga melihat potensi lain dari becak listrik—sebagai daya tarik wisata. Di kota yang lekat dengan sejarah dan budaya, kehadiran becak bukan hal baru. Namun, sentuhan teknologi memberi warna berbeda: tradisional yang bertransformasi tanpa kehilangan identitas.
“Harapannya, becak listrik ini tidak hanya menghemat BBM, tapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata di Kota Blitar,” imbuh Mbak Elim.

Dan pagi itu, di atas becak listrik yang melaju perlahan, tersirat sebuah pesan sederhana namun kuat: perubahan tidak selalu harus besar. Kadang, cukup dimulai dari langkah kecil—atau dalam hal ini, dari kayuhan yang kini berubah menjadi tenaga listrik, menggerakkan kota menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Jurnalis : Etok/ Rif

750 x 100 AD PLACEMENT

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !