


Program OASE yang diinisiasi Baznas ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak yatim agar dapat merasakan kebahagiaan yang sama saat Hari Raya. Setiap anak menerima voucher belanja Rp300.000 dan uang saku Rp200.000 untuk memilih sendiri pakaian, sandal, maupun sepatu yang diinginkan.
Wakil Ketua I Baznas Tulungagung, Abdul Wachid, S.IP., menegaskan kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas kondisi ekonomi masyarakat yang kerap memengaruhi suasana Lebaran anak-anak yatim.
“Tujuan kami sederhana, memastikan mereka merasakan kegembiraan seperti anak-anak lainnya,” ujarnya.
Kegiatan ini turut melibatkan 108 orang tua pendamping dari unsur istri pejabat OPD, camat, hingga Forkopimda.
Mereka mendampingi secara langsung proses belanja, bahkan tak sedikit yang menambahkan dana pribadi saat kebutuhan anak melebihi nominal voucher.
Pemilik Apollo Supermall Tulungagung, Iwan Suproho, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, pusat perbelanjaan tidak hanya berfungsi sebagai ruang transaksi ekonomi, tetapi juga ruang tumbuhnya kepedulian sosial.
,

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Dra. Endang Dwi Retnowati Gatut Sunu Wibowo, mengimbau agar para pendamping mengedepankan keikhlasan.
“Jangan sampai anak-anak pulang dengan rasa kecewa. Jika ada kekurangan, mari ditambahkan dengan ikhlas,” pesannya.
Program OASE tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya melibatkan sekitar 30–35 anak. Ke depan, Baznas menargetkan perluasan jangkauan hingga mampu menyantuni 1.000 anak yatim di seluruh Kabupaten Tulungagung.
Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini menjadi simbol gotong royong lintas sektor. Anak-anak pulang bukan hanya membawa tas belanja, tetapi juga membawa senyum, harapan, dan rasa percaya diri menyambut Idul Fitri.
Jurnalis: Pandhu/Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !