JAKARTA, HARIAN-News.com — Estafet kepemimpinan Wira Karya Indonesia resmi bergulir. Melalui Musyawarah Besar (Mubes) VII Wira Karya Indonesia yang digelar di Jakarta, Rabu-Kamis (23-24/9/2026), Venessa Supit terpilih dan ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Depipus) Wira Karya Indonesia periode 2026-2031.
Venessa Supit menggantikan Hj. Dewi Asmara, S.H., M.H., yang sebelumnya memimpin Depipus Wira Karya Indonesia. Dewi Asmara diketahui juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI.
Mubes VII Wira Karya Indonesia yang merupakan Lembaga Konsentrasi SOKSI tersebut menjadi forum tertinggi organisasi sekaligus momentum estafet kepemimpinan untuk lima tahun mendatang.
Pembukaan Mubes dihadiri sejumlah pimpinan Depinas SOKSI, antara lain Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI Ahmadi Noor Supit, Ketua Dewan Pakar Depinas SOKSI Bomer Pasaribu, Sekretaris Jenderal Depinas SOKSI Puteri Komarudin, Bendahara Umum Depinas SOKSI AA Bagus Adhi Mahendra Putra, Ketua Harian Depinas SOKSI TB. Iman Ariyadi, serta jajaran lainnya.
Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum, Venessa memberikan penghormatan kepada Dewi Asmara beserta seluruh kader Wira Karya Indonesia di daerah. Menurutnya, kemampuan organisasi untuk tetap bertahan di tengah berbagai dinamika merupakan bagian penting dari perjalanan Wira Karya Indonesia.
“Tante Dewi Asmara saya juga terima kasih karena selama ini jasanya tuh, jasa terbesarnya adalah bertahan. Di kala badai datang, untuk bertahan saja itu sudah alhamdulillah. Setidaknya Wira Karya Indonesia itu tidak pernah mati,” ujar Venessa.

Perkuat Akar Rumput
Venessa menegaskan, keberlangsungan organisasi kekaryaan seperti Wira Karya Indonesia, termasuk organisasi pendiri dan lembaga konsentrasi SOKSI lainnya seperti Baladhika Karya dan Fokusmaker, tidak terlepas dari kekuatan kepemimpinan serta soliditas kader di tingkat akar rumput.
Ia mengapresiasi para kader di daerah yang selama ini tetap menjaga eksistensi organisasi, bahkan dengan swadaya ketika menghadapi keterbatasan dukungan.
“Siapa pun pemimpinnya, akar rumputnya kuat. Di daerah tetap ada, tetap eksis, dan tetap bertahan. Ada yang secara swadaya mencari anggaran sendiri. Itu saya sangat apresiasi sebesar-besarnya karena sudah mempertahankan Wira Karya ini begitu lama di kala gejolak badai selama 15 tahun,” katanya.
Venessa Siap Turun ke Daerah
Menyongsong masa kepemimpinan 2026-2031, Venessa tidak ingin konsolidasi organisasi berhenti di tingkat pusat. Ia menegaskan akan turun langsung ke berbagai daerah untuk bertemu kader, menyerap aspirasi, sekaligus membahas langkah organisasi ke depan.
“Saya pasti akan datang ke daerah-daerah. Kita berbincang-bincang lagi, kita konsolidasikan. Kita diskusikan apa yang akan kita lakukan di daerah, apakah itu penyegaran atau siapa yang masih ingin melanjutkan,” jelasnya.
Komitmen turun ke daerah tersebut menjadi bagian dari agenda awal kepemimpinan Venessa untuk memperkuat kembali komunikasi antara pusat dan daerah serta memastikan roda organisasi tetap berjalan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Wira Karya Indonesia Provinsi Jawa Timur, Didit E. Soetjahjo, menyambut positif terpilihnya Venessa Supit.
Ia optimistis kepemimpinan baru mampu menjadi momentum kebangkitan organisasi sekaligus memperkuat kembali jaringan Wira Karya Indonesia di berbagai daerah.
“Dengan siap turun ke daerah-daerah, kami yakin Mbak Venessa Supit akan mampu membawa kembali kebangkitan Wira Karya Indonesia di seluruh pelosok tanah air,” ungkap Didit.
Dengan kepemimpinan baru periode 2026-2031, Wira Karya Indonesia kini memasuki babak baru dengan agenda utama memperkuat konsolidasi, merawat jaringan kader di daerah, dan menghidupkan kembali semangat organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Jurnalis: AA













