


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi kembangkan Pendidikan Vokasi karena dunia industri butuh lulusan siap kerja.
TULUNGAGUNG,HARIAN-NEWS.com — SMKN 1 Rejotangan berkomitmen cetak lulusan siap kerja, ini dilaksanakan dengan sinkronisasi kurikulum dan dunia usaha. Salah satu upayanya adalah progam sekolah penggerak dan sinkronisasi kurikulum. Dengan demikian Jadilah SMK Negeri 1 Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur terdepan kembangkan pendidikan vokasi.
Program sekolah penggerak di SMKN 1 Rejotangan merupakan upaya untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.
Progam sekolah penggerak SMKN 1 Rejotangan di Kabupaten Tulungagung sebagai sekolah penggerak dengan penerapan baru berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik mencakup semua kompetensi serta karakter diawali dari SDM yang unggul.
Kepala sekolah SMKN 1 Rejotangan, Mas Hanafi mengungkapkan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi memandang pendidikan kejuruan, relevan dengan pengembangan pndidikan vokasi yang diberlakukan pada tahun 2021, dikhususkan untuk 901 sekolah se Indonesia, salah satunya membuat kurikulum operasional satuan pendidikan.
Kurikulum yang dibentuk dengan cara memerdekakan guru untuk membuat perangkat, modul, bahan ajar, agar pencapaian pembelajaran nanti sesuai kebutuhan yang mengarah kevokasian dan keberkahan anak anak, berpusat kepada anak, konfrehensif dan kontekstual,”jelasnya.
Upaya selanjutnya adalah dengan sinkronisasi antara kurikulum sekolah dengan dunia usaha bertujuan agar nantinya ketika bagi siswa yang memasuki dunia kerja di perusahaan maupun industri benar-benar sudah siap atau matang.
Suyanto selaku pengawas SMKN 1 Rejotangan, berkata,“Harapannya, karena kurikulumnya sudah disinkronkan dengan dunia usaha, maka anak – anak tersebut bisa diterima kerja diindustri dengan baik dan lancar”.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !