

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Setahun bukan waktu yang panjang. Namun cukup untuk menanam niat, merawat pengabdian, dan memanen rasa syukur. Itulah yang dirasakan SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar Tulungagung saat menggelar tasyakuran milad perdana, Ahad (4/1/2026).

Tasyakuran digelar secara sederhana. Tidak ada kemewahan. Hanya doa, sholawat, tahlil, dan kebersamaan. Sebuah cara bersyukur agar perjalanan pengabdian tetap mujur dan diberkahi.
Pengasuh Pesantren Al Azhaar Tulungagung, KH Imam Mawardi Ridlwan, menjelaskan bahwa dapur SPPG secara operasional mulai berjalan pada 6 Januari 2025.
Namun, tasyakuran awal pendirian dapur dilaksanakan pada 4 Januari 2025, sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari milad.
“Semoga berkah. Tasyakuran sederhana ini semata-mata sebagai wujud syukur, agar kami senantiasa diberi kelancaran dalam berkhidmad,” tutur Abah Imam.
Milad pertama SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar ditandai dengan tumpengan dan doa bersama yang diinisiasi Kasatpel SPPG, Yanita.

Acara juga diisi tahlil, sebagai ikhtiar spiritual agar seluruh aktivitas berjalan lancar dan penuh keberkahan.
“Yang kami undang hanya rekan relawan dan tetangga sekitar dapur. Kami mohon doa, di usia setahun ini semoga SPPG terus diberi keberkahan,” ujar Yanita.
Suasana tasyakuran tampak guyub. Para hadirin duduk lesehan tanpa kursi. Tanpa undangan resmi. Lesehan menjadi simbol kesetaraan dan kebersamaan. Kesederhanaan yang justru menghadirkan kehangatan.
Abah Imam mengenang, tasyakuran kecil juga pernah digelar pada 4 Januari 2025. Dua hari setelahnya, dapur MBG mulai benar-benar “running” dan berkhidmad untuk masyarakat.
“Dapur MBG ini bukan sekadar tempat memasak. Ia adalah simbol pengabdian,” ucapnya.
Asap yang mengepul dari dapur bukan hanya aroma masakan, melainkan tanda kerja tulus yang terus menyala. Relawan datang dan pergi, namun semangat tetap sama: berkhidmad.
Tasyakuran juga dihadiri Koramil dan Polsek Kedungwaru sebagai mitra sekaligus sahabat. Danramil Kedungwaru, Edy Mulyono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran Pesantren Al Azhaar.
“Pesantren ini telah berkhidmad dengan tulus. Semoga terus diberi keberkahan,” katanya.
Komisi IX DPR RI, Nurhadi, turut menyempatkan hadir untuk mengenang awal dukungannya terhadap dapur SPPG Khusus Pesantren Al Azhaar Kedungwaru.
“Tak terasa sudah setahun Al Azhaar Kedungwaru berkhidmad. Ini peran yang sangat baik dan tulus. Bahkan, dapur Al Azhaar ini termasuk yang sejak awal berani menalangi dana operasional,” ungkap Nurhadi.
Kini, setahun telah berlalu. Dapur tetap mengepul. Relawan tetap setia. Tetangga terus mendukung. Yang bertambah hanyalah rasa syukur yang kian dalam.
Milad pertama ini bukan sekadar peringatan.
Ia adalah pengingat bahwa sesuatu yang dimulai dengan niat tulus, meski sederhana, dapat bertahan—bahkan tumbuh. Tanpa gegap gempita. Dengan doa sebagai bahan bakar, dan pengabdian sebagai arah perjalanan.
Sederhana itu indah. Berkhidmad itu mulia.
Jurnalis : IMW/AG
Editor : Arief Gringsing
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !