
TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com – Semarak mewarnai Pawai Budaya Tingkat SD se-Kecamatan Kauman yang digelar di Jalan KH Wachid Hasyim, Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (27/8/2025). Meski diguyur hujan deras, ribuan siswa tetap tampil penuh semangat menyajikan beragam atraksi budaya yang memukau penonton.
Mengusung tema “Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa dengan Melestarikan Budaya Bangsa”, kegiatan ini diikuti 31 SD se-Kecamatan Kauman, terdiri dari 29 sekolah negeri dan 2 sekolah swasta, dengan total sekitar 2.000 peserta.
Para siswa menampilkan ragam budaya Indonesia melalui kostum adat, atraksi drum band, hingga tarian tradisional. Barisan penabuh kendang yang ditampilkan dengan gerakan energik menjadi daya tarik tersendiri, sementara parade busana adat dari Sabang sampai Merauke menghadirkan visualisasi indah semboyan “Bhinneka Tunggal Ika.”
Masyarakat yang memenuhi sepanjang jalan tampak antusias meski harus berteduh di bawah payung. Sorak semangat dan tepuk tangan terus mengiringi jalannya pawai, menegaskan bahwa hujan bukanlah penghalang untuk merayakan kekayaan budaya bangsa.
Camat Kauman, Ir. Umar Serajudin, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pawai budaya ini. “Pawai ini menjadi pembuka wawasan bagi anak-anak, orang tua, dan masyarakat bahwa budaya kita beraneka ragam. Dari sinilah kita bisa meningkatkan jiwa patriotisme dan rasa cinta tanah air,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Korwil UPASP Kecamatan Kauman, Srianik, S.Sos., M.Si. Ia menyebut pawai budaya tahun ini sebagai puncak rangkaian peringatan HUT ke-80 RI di wilayah Kauman. “Pawai budaya ini tidak kami perlombakan, karena lebih menekankan pada edukasi anak-anak. Bahwa perbedaan budaya adalah kekayaan bangsa yang harus dilestarikan, bukan untuk memecah belah,” jelasnya.
Menurut Srianik, keberhasilan kegiatan ini berkat dukungan Forkopimcam, kepala sekolah, dan masyarakat. “Alhamdulillah, respon masyarakat sangat positif. Para kepala sekolah juga mendukung penuh, terbukti dari partisipasi siswa dengan busana adat yang beragam. Semua ini hasil musyawarah bersama dalam rangka menyemarakkan bulan kemerdekaan,” imbuhnya.
Pawai budaya ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.
Jurnalis Pandhu
Editor Tanu Metir