160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

OSA Tulungagung Jadi Pelita Kemerdekaan: Lomba Edukatif, Seni, dan Kebersamaan Warga

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Semarak kemerdekaan berpendar di Dusun Pilang, Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Minggu (17/8/2025). Bersama Omah Sinau Alma (OSA), warga RT 02 RW 01 menyalakan obor persatuan lewat lomba, seni, dan edukasi yang menggugah semangat sejak pagi hingga malam.

Halaman rumah warga menjelma menjadi panggung kebersamaan. Anak-anak serius mewarnai gambar, ibu-ibu penuh tawa saat lomba estafet sedotan, sementara tradisi makan kerupuk tetap menjadi magnet yang tak pernah lekang dimakan zaman. Gelak, sorak, dan tepuk tangan berpadu menjadi simfoni kemerdekaan.

Siti Mualifah, SE., (kiri) pemilik OMah Sinau Alma (OSA)

Menurut Siti Mualifah, S.E., penggagas sekaligus pemilik OSA, kegiatan ini tidak hanya sebatas hiburan, melainkan juga jembatan untuk menumbuhkan semangat belajar generasi muda. “Tujuannya terutama menambah semangat anak-anak dalam menuntut ilmu, baik ilmu umum maupun agama. Jadi, bukan sekadar meriah, tapi juga memotivasi agar mereka lebih giat belajar,” ujarnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tak hanya lomba, warga juga dimanjakan dengan gebyar seni tari dan nyanyi, serta undian doorprize berhadiah sembako hingga logam mulia. Kupon dibagikan gratis kepada seluruh warga, sebagai wujud bahwa kemerdekaan adalah hak semua. “Dengan kupon gratis ini, semua bisa ikut bergembira. Tidak ada yang merasa tersisih,” tambahnya.

Tahun ini antusiasme warga kian menyala. Jumlah peserta meningkat, panggung pertunjukan pun disediakan agar anak-anak bisa menyalurkan bakat. “Alhamdulillah, suasana lebih ramai. Bahkan ada pedagang yang ikut memeriahkan. Semangat masyarakat sungguh luar biasa,” imbuhnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Bagi Siti, makna kemerdekaan hari ini bukan lagi perjuangan fisik, melainkan perjuangan menuntut ilmu dan memperbaiki mutu pendidikan. “Kejuangan saat ini adalah pendidikan. Anak-anak harus lebih tekun dan giat belajar, karena ilmu itulah senjata masa depan,” tegasnya.

Meski diwarnai tantangan tenaga, materi, dan ide, dukungan sponsor dan partisipasi warga menjadi bahan bakar yang membuat acara tetap gemerlap. Kritik dan saran, kata Siti, akan menjadi pupuk penyubur untuk penyelenggaraan di tahun berikutnya.

Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai ruang kebersamaan, sarana belajar sosial, dan pelita semangat kemerdekaan. “Harapannya, anak-anak semakin semangat menuntut ilmu, warga lebih rukun, dan acara ini memberi manfaat serta berkah bagi banyak orang,” pungkasnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Perayaan sederhana namun sarat makna ini mengajarkan, kemerdekaan bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan juga merawat persatuan, gotong royong, dan kecintaan kepada tanah air.

Jurnalis: Pandhu
Editor: Tanu Metir

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !