160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Miris! Harga Singkong di Gunungkidul Cuma Rp500 per Kilo

Petani di Kalurahan Petir, Rongkop menunjukan gaplek yang berjamur karena terkena hujan saat dijemur, Kamis (7/8/2025). (Sumber: HarianJogja/David Kurniawan)

GUNUNGKIDUL, HARIAN-NEWS.com — Musim panen raya singkong di Kabupaten Gunungkidul yang seharusnya membawa senyum bagi petani, justru diwarnai keluhan. Harga jual singkong anjlok parah, hanya Rp500 per kilogram.

Lurah Petir di Kapanewon Rongkop, Sarju, mengatakan para petani di wilayahnya sudah mulai memanen singkong. Padahal hasil panen kali ini cukup bagus, tanpa kendala berarti selama masa tanam.

Meski begitu, kabar baik itu dibayangi keresahan. Harga jual yang terlalu rendah membuat petani merugi.

“Saya kurang paham kenapa harganya anjlok, mungkin karena stok melimpah sehingga berpengaruh terhadap nilai jual,” ujar Sarju, Kamis (7/8/2025).

750 x 100 AD PLACEMENT

Ia berharap pemerintah bisa turun tangan menstabilkan harga. Dari data yang ia terima, harga singkong hanya Rp500 per kilogram, sementara gaplek dihargai Rp1.500 per kilogram.

“Harapannya harga bisa lebih bagus lagi agar petani mendapatkan untung,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengakui harga singkong memang sedang rendah.

“Sedang dipelajari. Sebab, harga singkong basah dulu pernah tembus Rp2.000, tapi saat ini dipatok Rp600 per kilonya, tapi ada juga yang dijual Rp1.200 per kilo seperti yang terjual di Kapanewon Tanjungsari,” jelas Raharjo.

750 x 100 AD PLACEMENT

Untuk gaplek, Raharjo menjelaskan harga Rp1.500 berlaku untuk kualitas kurang bagus atau berwarna hitam. Sementara gaplek putih bersih bisa tembus Rp2.000 per kilogram.

“Yang hitam karena jamur saat dijemur terkena hujan sehingga berpengaruh terhadap harga jual,” ujarnya.

Luas tanam singkong di Gunungkidul mencapai 41.612 hektare. Panen sudah dimulai sejak Juli, dengan luas panen awal 6.801 hektare, dan sisanya masih berlangsung hingga September.

“Yang dilaporkan panen ada di Kapanewon Girisubo, Semin, Paliyan, Saptosari, Tanjungsari hingga Karangmojo. Untuk yang lain akan menyusul panen,” kata Raharjo.

750 x 100 AD PLACEMENT

Menurutnya, singkong adalah salah satu komoditas unggulan di Gunungkidul, sekaligus bagian dari program ketahanan pangan daerah.

“Masih terus kita data dan mudah-mudahan hasilnya bagus sehingga bisa memperkuat program ketahanan pangan di masyarakat,” tutupnya.

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !