

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Semangat kebangkitan ekonomi lokal menguat dalam gelaran Halal Bihalal 1447 Hijriah yang digelar komunitas Sahabat UMKM Tulungagung, Sabtu (28/3/2026), di Joglo Tandhingan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu.
Mengusung tema “Menebar Maaf, Mempererat Silaturahmi dan Meningkatkan Omzet”, kegiatan ini tak sekadar menjadi ajang saling memaafkan pasca-Idulfitri, tetapi juga forum strategis membahas arah masa depan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah tekanan ekonomi global.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung, Dr. Slamet Sunarto, M.Si., menegaskan bahwa Sahabat UMKM telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi riil yang berkontribusi nyata terhadap perputaran ekonomi daerah.
“Struktur organisasi yang sudah rapi ini jangan berhenti di sini. Sudah saatnya naik kelas, dilegalkan menjadi badan hukum seperti koperasi agar memiliki pijakan kuat dan akses yang lebih luas,” tegasnya.
Menurut Slamet, legalitas bukan sekadar formalitas, melainkan kunci memperkuat daya tawar, memperluas jaringan, hingga membuka akses pembiayaan yang lebih besar.
Ia juga mengingatkan pelaku UMKM untuk tidak lengah menghadapi dinamika ekonomi global, terutama fluktuasi harga energi.
“Asumsi harga minyak 70 dolar per barel itu semu. Tanpa subsidi, bisa melonjak hingga 150 dolar. Ini harus menjadi alarm bagi UMKM agar lebih cermat mengelola usaha,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa ketahanan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan semangat, tetapi juga kecerdasan membaca situasi dan kemampuan beradaptasi.
Di tengah persaingan yang kian ketat, Slamet menekankan pentingnya branding sebagai prioritas utama.
“Kalau brand sudah kuat di benak konsumen, penjualan akan mengikuti. Branding bukan lagi pilihan.
Jurnalis: Pandhu/Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !