
TRENGGALEK, HARIAN- NEWS.com – Desa Gandusari berhasil menyelenggarakan kegiatan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) selama tujuh hari, yang ditutup pada Selasa (13/5/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Trenggalek untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Selama pelatihan, warga, relawan, dan perangkat desa mendapat berbagai materi kesiapsiagaan bencana. Puncak acara diisi dengan simulasi penanganan banjir di DAM Widoro, di mana peserta mempraktikkan langsung keterampilan yang telah dipelajari.
“Semangat gotong royong warga sangat tinggi. Kami berharap ilmu dari DESTANA bisa terus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kepala Desa Gandusari saat penutupan acara.
Drs. Stefanus Triadi Atmono, M.Si., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, menegaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat ketahanan desa dan kapasitas stakeholder dalam mitigasi bencana.
“Dengan pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu memetakan daerah rawan bencana dan siap menghadapi situasi darurat,” jelasnya.
Keberhasilan DESTANA di Gandusari menjadi langkah strategis menuju desa yang lebih tangguh. Diharapkan, program serupa dapat terus dilaksanakan demi keselamatan dan kemandirian masyarakat