160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Desa Kendalbulur Dulu Zona Rawan, Kini Tangguh: Mantapkan Diri Jadi Desa Bersinar Jatim 2025

Kepala Desa Kendalbulur Anang Mustofa, S.E (foto by Pandhu).

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Tak banyak desa berani bicara terbuka soal narkoba, apalagi mengakui pernah masuk zona rawan. Namun Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, memilih jalur berbeda. Alih-alih menutup masa lalu, desa ini menjadikannya tonggak perubahan menuju predikat Desa Bersinar (Bersih Narkoba) Jawa Timur 2025.

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Anang Mustofa, S.E., upaya pemberantasan narkoba tidak berhenti pada slogan atau seremoni. Desa ini membangun gerakan sosial yang tumbuh dari akar masyarakat.
“Kendalbulur dulu memang zona rawan narkoba. Saya jadikan itu tantangan, bukan aib. Kami hidupkan karang taruna, forum anak, dan satgas P4GN. Semua elemen punya tanggung jawab yang sama,” ujar Anang.

Gerakan Nyata, Bukan Papan Nama
Tidak seperti banyak program anti-narkoba yang berhenti di spanduk dan laporan, Kendalbulur memilih langkah lapangan. Warung kopi, titik kumpul pemuda, hingga kegiatan karang taruna dijadikan ruang kampanye. Poster, spanduk, dan edukasi hadir di seluruh sudut desa.
“Kami tidak ingin program ini hanya hidup saat lomba. Setiap tahun kami evaluasi lewat musdes. Semua diawasi BPD agar tidak sekadar simbolik,” jelas Anang.

750 x 100 AD PLACEMENT

Setiap tahun, desa mengalokasikan sekitar Rp20 juta dari dana desa untuk program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Penggunaan anggaran dilakukan secara terbuka dan melibatkan lembaga desa.

Bangun Jejaring Rehabilitasi
Kekuatan lain Kendalbulur ada pada jejaring pendukung. Desa menjalin kerja sama dengan BNN, puskesmas, dan lembaga lokal untuk memastikan penanganan penyalahgunaan narkoba tidak bersifat represif semata.
“Jika ada warga terjerumus, pendekatan kami bukan menghukum, tapi menyembuhkan. MoU dengan BNN dan puskesmas memudahkan rehabilitasi,” ujarnya.

Dari Zona Rawan ke Desa Bersih
Perubahan ini bukan instan. Lima tahun lalu, Kendalbulur masih masuk daftar zona rawan narkoba. Pada 2022, desa ini menerima SK Bupati sebagai Desa Bersih dan Bebas Narkoba.
Kini, status itu bukan sekadar piagam.
“Dulu nama Kendalbulur identik narkoba. Sekarang yang muncul semangat gotong royong melawan narkoba,” kata Anang.

Tantangan Keberlanjutan
Di balik apresiasi, ada catatan penting. Keberhasilan sejati akan terlihat setelah momentum penilaian berlalu. Apakah gerakan ini konsisten dan berkelanjutan?
Untuk saat ini, Kendalbulur layak menjadi contoh bahwa melawan narkoba bukan sekadar wacana, melainkan keberanian, komitmen, dan aksi nyata dari akar desa.

750 x 100 AD PLACEMENT

Reporter: Pandhu
Editor: Arief Gringsing

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !