


TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Seakan ingin bersuara, ribuan buku yang tertata rapi di halaman Perpustakaan Daerah Tulungagung pada Jumat (29/8/2025) seolah memanggil masyarakat: “Ayo kembali bersahabat dengan literasi, jangan biarkan layar gadget menggeser makna membaca.”
Ajakan itu disambut antusias ratusan pengunjung dari berbagai kalangan. Remaja, mahasiswa, hingga orang tua berbaur dalam suasana hangat Bazar Buku Murah yang digelar EO Dolan Books Aksa Harsa bekerja sama dengan Perpustakaan Daerah Tulungagung.

Ria, Ketua EO Dolan Books Aksa Harsa, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangkitkan kembali gairah membaca, terutama di kalangan anak muda.
“Sekarang kan zamannya gadget. Dengan adanya bazar ini, kami ingin mengajak anak-anak muda kembali giat membaca. Makanya kami hadirkan buku-buku murah agar semua bisa membeli dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Menurut Ria, minat baca masyarakat Tulungagung masih cukup menggembirakan, yakni mencapai sekitar 70 persen berdasarkan pengalaman kegiatan serupa di Jawa Timur. Di bazar ini, tersedia lebih dari seribu judul dengan total sepuluh ribu eksemplar buku, mulai dari novel remaja, karya sastra, hingga buku pelajaran murah. Harga yang ditawarkan pun sangat ramah kantong, mulai Rp3.000 per eksemplar.
“Semua buku original karena kami distributor resmi yang langsung bekerja sama dengan penerbit,” tambahnya.
Antusiasme Pengunjung
Dukungan penuh dari Perpustakaan Daerah Tulungagung turut membuat acara ini semakin semarak. Salah satu pengunjung, Nurika, mengaku senang dengan adanya bazar buku murah di pusat kota.
“Tulungagung kan belum punya toko buku besar seperti Gramedia. Kalau beli online harus menunggu lama dan tidak bisa lihat kondisi bukunya. Di sini lebih murah dan bisa langsung pilih. Saya bahkan dapat karya Tere Liye, Sujiwo Tejo, dan KH Mustofa Bisri,” ungkapnya
Nurika pengunjung
Nurika menilai bazar buku ini sangat penting untuk kembali membangkitkan budaya membaca, khususnya di kalangan mahasiswa.
“Sekarang banyak yang lebih suka scroll TikTok daripada membaca. Saya pribadi lebih suka buku fisik, karena kalau e-book sering terganggu notifikasi dan bikin mata cepat lelah,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan serupa bisa digelar lebih sering, bukan hanya sekali dalam setahun. “Kalau bisa beberapa bulan sekali. Apalagi lokasinya strategis, mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Dorong Literasi di Era Digital
Bazar buku murah ini diharapkan menjadi pemantik semangat literasi masyarakat Tulungagung. Ribuan judul buku dengan harga terjangkau bukan hanya menjadi ajang belanja, tetapi juga sarana memperluas wawasan serta menumbuhkan kembali kecintaan pada buku di tengah derasnya arus digitalisasi.
Jurnalis: Pandhu
Editor: Tanu Metir/HN
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !