160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Bakesbangpol Tulungagung Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

1. Narasumber, pejabat Bakesbangpol, beserta perwakilan pelajar dan mahasiswa berfoto bersama usai kegiatan Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan di Auditorium Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung, Kamis (12/3/2026).

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi digital yang kerap memicu polarisasi sosial, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berupaya memperkuat kembali fondasi kebangsaan generasi muda.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan untuk Membangun Generasi Muda yang Berkarakter dan Berwawasan Kebangsaan Tahun 2026” yang digelar di Auditorium Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan ideologi kebangsaan di tengah kekhawatiran memudarnya nilai-nilai persatuan di kalangan generasi muda.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Tulungagung, Agus Prihadi, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial.

750 x 100 AD PLACEMENT

Menurutnya, forum ini dirancang sebagai ruang dialog yang mendorong generasi muda memahami peran strategis mereka dalam menjaga persatuan bangsa.
“Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika kebangsaan. Mereka harus hadir sebagai aktor yang aktif merawat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan Karang Taruna dari 19 kecamatan di Tulungagung, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, pelajar SMA/SMK/MA, hingga anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI).

Kehadiran lintas kelompok ini menunjukkan bahwa isu kebangsaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bakesbangpol menghadirkan dua narasumber dari latar belakang berbeda. Dari unsur militer hadir Kapten Edi Mulyono, Komandan Koramil 0807/03 Kedungwaru, yang menyampaikan materi wawasan kebangsaan dari perspektif pertahanan teritorial.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sementara pendekatan akademis dan hukum disampaikan oleh dosen Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung, Andreas Andrie Djatmiko.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, dalam sambutannya menyoroti tantangan kebangsaan yang semakin kompleks di era digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuka ruang luas bagi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga narasi intoleransi yang berpotensi merusak kohesi sosial.
“Di satu sisi teknologi memberi kemudahan, tetapi di sisi lain juga menghadirkan ancaman serius bagi persatuan bangsa jika tidak disertai literasi kebangsaan yang kuat,” katanya.

Kepala Bakesbangpol Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, menyampaikan sambutan dalam kegiatan Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Generasi Muda yang digelar di auditorium
Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung, Kamis (12/3/2026).

Ia menegaskan bahwa tantangan ideologi saat ini tidak lagi hadir dalam bentuk konflik fisik, tetapi melalui perang narasi di ruang digital yang dapat memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap bangsa dan negara.

750 x 100 AD PLACEMENT

Karena itu, penguatan kembali nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dinilai sangat penting, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Agus, keempat pilar tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan normatif, melainkan harus dipahami secara kritis dan diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda yang kelak menjadi penerus kepemimpinan bangsa.

Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan tidak bisa dilakukan pemerintah daerah sendirian.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pembentukan karakter kebangsaan generasi muda membutuhkan kerja bersama dan konsistensi semua pihak,” ujarnya.

Kegiatan yang didanai melalui APBD Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 ini memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Dasar 1945, Permendagri Nomor 71 Tahun 2012, serta Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 7 Tahun 2023.

Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa masa depan keutuhan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi atau pembangunan ekonomi, tetapi juga oleh kuatnya nilai kebangsaan yang dipegang generasi mudanya.

Jurnalis: Pandhu

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !