

Setiyana, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Blitar
BLITAR, HARIAN-NEWS.com – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menargetkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2024 meningkat signifikan 75 hingga 80 persen.
Dengan optimisme tinggi, Pemkab Blitar menargetkan partisipasi masyarakat dapat mencapai 75 hingga 80 persen, lebih tinggi dibandingkan Pilkada 2020 yang hanya mencatatkan angka partisipasi 67 persen.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Blitar, Setiyana, menyampaikan bahwa target ini didasarkan pada peningkatan kesadaran politik masyarakat, yang terlihat dari tingginya partisipasi dalam pemilu sebelumnya.
“Kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam pemilu kemarin. Kami optimistis partisipasi dalam Pilkada 2024 juga bisa meningkat, karena pemilihan bupati dan wakil bupati ini sangat dinanti oleh masyarakat,” ungkap Setiyana, Minggu (29/9/2024).
Untuk mencapai target tersebut, Bakesbangpol Kabupaten Blitar akan mengintensifkan upaya sosialisasi kepada berbagai segmen masyarakat. Setiyana menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus mengedukasi pemilih, terutama pemilih pemula, dengan berbagai cara.
“Sosialisasi akan kami lakukan baik secara langsung, seperti di sekolah-sekolah untuk pemilih pemula, maupun melalui media sosial yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat,” jelasnya.
Bakesbangpol juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta media lokal, guna memastikan pesan-pesan penting terkait pentingnya partisipasi dalam Pilkada Serentak 2024 tersampaikan dengan baik.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran stakeholder terkait sangat diperlukan untuk mendukung sosialisasi ini, sehingga informasi dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambah Setiyana.
Selain pemilih pemula, pihak Bakesbangpol juga akan menyasar segmen-segmen lain yang sebelumnya memiliki tingkat partisipasi rendah, seperti masyarakat di pedesaan dan kawasan terpencil.
Setiyana menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus untuk menjangkau mereka. “Kami sadar bahwa di beberapa wilayah, partisipasi masih tergolong rendah pada Pilkada sebelumnya. Untuk itu, kami akan berupaya lebih keras dalam sosialisasi dan memberikan pemahaman tentang pentingnya menggunakan hak suara,” jelasnya.
Penggunaan media sosial menjadi salah satu andalan Bakesbangpol dalam menjangkau generasi muda dan masyarakat yang lebih aktif di dunia digital. “Saat ini, media sosial memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi secara cepat dan luas. Kami akan memaksimalkan platform ini untuk mengajak masyarakat terlibat dalam pilkada,” tambahnya.
Selain sosialisasi dan edukasi, Pemkab Blitar juga terus berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dan pihak keamanan untuk memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan lancar dan aman. “Kami berharap dengan kerja sama yang baik antara Bakesbangpol, KPU, dan pihak keamanan, masyarakat akan merasa nyaman dan aman untuk menggunakan hak suaranya pada Pilkada 2024,” kata Setiyana.
Pada Pilkada Serentak 2020, Kabupaten Blitar mencatatkan tingkat partisipasi yang relatif rendah, yakni hanya 67 persen.
Menurut Setiyana, berbagai faktor memengaruhi rendahnya partisipasi tersebut, termasuk pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat khawatir untuk datang ke tempat pemungutan suara. Namun, dengan kondisi yang mulai membaik dan upaya sosialisasi yang lebih intensif, Pemkab Blitar optimistis bisa mencapai target yang lebih tinggi pada Pilkada 2024.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !