160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Affan Kurniawan: Yang Terlindas, Menggetarkan Negeri

Affan Kurniawan (alm)  (foto by Dika Feri Adianto)

Oleh Imam Mawardi Ridlwan*

HARIAN- NEWS.com –
Ia bukan tokoh. Bukan pejabat. Bukan orang kaya. Bukan pula aktivis yang biasa tampil di layar kaca. Tapi nama Affan Kurniawan tiba-tiba menjadi milik seluruh rakyat Indonesia. Ia bukan siapa-siapa, namun kepergiannya membuat semua orang merasa kehilangan. Orang tak kenal ikut meneteskan air mata. Ikut mengirim doa.

Hari itu, 25 Agustus 2025, ia hanya ingin menyelesaikan amanah. Sebuah titipan dari pemesan. Ia mencoba menerobos kerumunan demonstran. Mungkin khilaf. Mungkin nekat. Tapi niatnya jelas: menuntaskan tugas. Takdir Allah kemudian menuliskan akhir hidupnya. Mobil Brimob melintas, tidak terlalu kencang. Tubuh Affan terlindas. Nyawanya tak tersisa.
Kabar itu menyebar bagai angin. Tapi bukan angin biasa.

750 x 100 AD PLACEMENT

Ia membawa duka, doa, dan rasa bersalah kolektif. Semua orang spontan mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.” Bahkan dari bibir mereka yang tak mengenalnya, bahkan dari hati yang tak pernah tahu siapa Affan sebelumnya.

Pejabat tertinggi kepolisian datang ke rumah orang tuanya. Bertakziah. Memohon maaf. Ia tahu, Affan bukan seorang muslim. Maka kalimat itu tak diucapkan. Tapi sikap diamnya berbicara. Disusul anggota DPR RI. Disusul pejabat lain. Semua datang. Semua tunduk.

Besoknya, orang yang paling sibuk di negeri ini juga datang. Presiden Republik Indonesia. Ia memeluk ayah Affan. Ia diam cukup lama, lalu pergi. Tapi kehadirannya meninggalkan jejak: bahwa Affan bukan sekadar korban, ia adalah pesan bagi negeri.

Di berbagai daerah, sholat ghaib dilaksanakan. Kapolres se-Indonesia mengkoordinasi. Ormas Islam ikut mengirim doa. Surah Al-Fatihah dibacakan. Bahkan dari mereka yang tak pernah tahu siapa Affan sebelumnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Lalu, apa yang membuat seorang Affan Kurniawan begitu dimuliakan setelah wafat? Jawabannya sederhana: ia wafat ketika bekerja. Ia wafat dalam menjalankan amanah. Ia wafat bukan dalam hura-hura, bukan karena kelalaian. Ia wafat dalam tugas, dalam tanggung jawab, demi keluarga yang menanti di rumah.

Semoga Allah menempatkannya dalam husnul khotimah. Doa seluruh rakyat Indonesia hadir: dalam kalimat, dalam pelukan, dalam air mata orang-orang yang tak mengenalnya.

Affan Kurniawan telah pergi. Namun ia meninggalkan pesan abadi: kemuliaan bukan soal jabatan, bukan soal agama, bukan pula soal popularitas. Kemuliaan adalah soal niat, soal amanah, soal bagaimana kita wafat.

Dan Affan, ia wafat dengan cara yang membuat seluruh negeri menunduk.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sekretaris PW IPHI Jawa Timur*

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !