Rektor UBHI Dr. Dian Septi Nur Afifah, M.Pd., para wakil rektor, dekan, Tim Panitia KKN dan Mahasiswa KKN.
TRENGGALEK, HARIAN-NEWS.com — Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung (UBHI) memastikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Melalui monitoring dan evaluasi (monev) di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur kampus mendorong mahasiswa menghadirkan program yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Monev yang berlangsung Senin (10/8/2026) itu dipimpin langsung Ketua YPLP-PT PGRI Tulungagung Drs. Lukman Sukadji, M.M., bersama jajaran pengurus yayasan, Rektor UBHI Dr. Dian Septi Nur Afifah, M.Pd., para wakil rektor, dekan, serta Tim Panitia KKN.
Rombongan meninjau sejumlah posko mahasiswa sekaligus berdialog dengan peserta KKN, perangkat desa, dan tokoh masyarakat guna mengetahui perkembangan program serta berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

KKN UBHI 2026 mengusung tema “Dongko Berdaya: Berkarya dan Berbudaya”, yang mengintegrasikan kompetensi akademik mahasiswa dengan kebutuhan, potensi, dan persoalan masyarakat setempat.
Evaluasi tidak hanya berfokus pada administrasi kegiatan, tetapi juga menilai relevansi program, tingkat partisipasi masyarakat, keberlanjutan kegiatan, serta dampak yang dapat dirasakan warga setelah KKN berakhir.
Program yang dijalankan mahasiswa mencakup bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, teknologi,
lingkungan, sosial kemasyarakatan, hingga pelestarian budaya lokal.
Rektor UBHI, Dr. Dian Septi Nur Afifah, M.Pd., menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari penjaminan mutu pengabdian kepada masyarakat.
“Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian penting dari komitmen Universitas Bhinneka PGRI dalam memastikan bahwa program KKN berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dian, mahasiswa tidak cukup hanya menyelesaikan program kerja sebagai kewajiban akademik. Mereka harus mampu beradaptasi dengan masyarakat, membangun komunikasi yang baik, serta menghadirkan solusi yang sesuai kebutuhan lokal.
Ia berharap tema “Dongko Berdaya: Berkarya dan Berbudaya” mampu melahirkan sinergi antara kampus dan masyarakat sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, peduli, dan berjiwa pengabdi.
Sementara itu, Ketua YPLP-PT PGRI Tulungagung, Drs. Lukman Sukadji, M.M., menilai keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat melalui karya dan pelestarian budaya. Sinergi antara yayasan, universitas, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pengabdian yang berkelanjutan,” tegasnya.
Ketua Panitia KKN UBHI 2026, Joko Iskandar, M.Kom., menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan KKN di Kecamatan Dongko berjalan lancar. Berbagai program telah dijalankan sesuai tema besar KKN, mulai dari edukasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian budaya lokal.
“Alhamdulillah, secara umum pelaksanaan KKN di Kecamatan Dongko berjalan lancar. Mahasiswa telah menjalankan berbagai program sesuai tema ‘Dongko Berdaya: Berkarya dan Berbudaya’,” katanya.
Menurut Joko, monev dari pimpinan yayasan dan universitas memberikan masukan sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus menyempurnakan program hingga akhir masa KKN.
Lebih dari sekadar melihat progres kegiatan, monev menjadi momentum untuk memastikan pengabdian perguruan tinggi memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan. UBHI bersama YPLP-PT PGRI Tulungagung berharap program-program yang dinilai efektif dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Dengan demikian, KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga ruang membangun hubungan timbal balik antara kampus dan masyarakat serta menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan warga dalam jangka panjang.
Jurnalis: Pandhu













