AgroPemerintahan

Baharudin Tinjau Wisata Petik Sayur Kepatihan, Ketahanan Pangan Dimulai dari Lingkungan Terkecil

×

Baharudin Tinjau Wisata Petik Sayur Kepatihan, Ketahanan Pangan Dimulai dari Lingkungan Terkecil

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Upaya mewujudkan ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Dari lingkungan terkecil, gerakan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata. Hal itu terlihat saat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin meninjau Wisata Petik Sayur Organik di RT 03 RW 09 Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Minggu (21/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan di tingkat lingkungan masyarakat dapat berkembang menjadi gerakan produktif yang tidak hanya menghasilkan pangan sehat, tetapi juga mendorong edukasi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi warga.

Di lokasi yang sebelumnya kurang produktif, kini tumbuh beragam tanaman hijau yang tertata rapi. Salah satu komoditas unggulan yang menarik perhatian adalah pakcoy atau sawi daging dengan masa panen yang relatif cepat dan memiliki nilai ekonomi cukup menjanjikan.
“Pakcoy Kepatihan memang jos jis,” ujar Ahmad Baharudin saat meninjau area budidaya.

Namun, menurutnya, nilai utama dari gerakan tersebut bukan sekadar hasil panen, melainkan semangat masyarakat dalam membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan.
“Ini bukan hanya soal menanam sayuran. Ini adalah bukti bahwa masyarakat mampu menjadi pelaku utama dalam menjaga ketahanan pangan. Bahkan kegiatan seperti ini juga menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda agar mengenal pertanian sejak dini,” katanya.

Ahmad menilai, persoalan pangan bukan hanya berbicara soal produksi, melainkan juga menyangkut kesadaran bersama untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.

Di tengah semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, ruang pembelajaran berbasis praktik seperti ini dinilai memiliki peran penting dalam menumbuhkan ketertarikan terhadap dunia pertanian sejak dini.
Plt Ketua TP-PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Yuyun Baharudin, turut menekankan pentingnya peran keluarga dalam memperkuat ketahanan pangan.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar.
“Ketahanan pangan yang kuat selalu dimulai dari rumah. Ketika keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka ketergantungan terhadap pasar dapat berkurang,” ujarnya.


Sementara itu, Lurah Kepatihan Rio Hendrawan Nusantara menjelaskan bahwa Wisata Petik Sayur Organik tersebut merupakan bagian dari gerakan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Program itu menjadi tindak lanjut Deklarasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang sebelumnya diresmikan Pemerintah Kabupaten Tulungagung pada peringatan Hari Lingkungan Hidup, 5 Juni lalu.
“Ini langkah awal kami. Kami ingin menunjukkan bahwa lahan terbatas bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Dengan pengelolaan lingkungan yang baik, ruang yang sebelumnya tidak produktif dapat menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat sosial,” katanya.
Saat ini budidaya masih berfokus pada tanaman pakcoy. Namun ke depan, pemerintah kelurahan berencana mengembangkan berbagai jenis tanaman sayuran lain guna memperluas hasil pertanian sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.
Lebih dari sekadar lokasi budidaya, Wisata Petik Sayur Organik Kepatihan kini diproyeksikan menjadi model pembangunan berbasis masyarakat yang menggabungkan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi warga.

Jurnalis : Pandhu