

MALANG, HARIAN-NEWS.com — Kabar gembira bagi masyarakat Malang Raya. Rencana pembangunan jalan tol Malang–Kepanjen kini semakin mendekati tahap realisasi.
Proyek strategis ini dirancang memiliki empat titik akses utama, yakni di wilayah Lawang, Singosari, Pakis, dan Madyopuro. Keempat pintu tol tersebut diwacanakan akan terhubung langsung hingga ke wilayah Kepanjen, yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Malang.
Keberadaan tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata menuju kawasan Pantai Selatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan presentasi di hadapan Kementerian Pekerjaan Umum RI terkait potensi daerah serta dampak strategis pembangunan tol tersebut.
Menurut Khairul, salah satu poin penting yang diusulkan adalah konektivitas exit tol menuju jalur Pantai Selatan melalui ruas Gondanglegi–Balekambang.
“Hal paling penting mengarah ke Gondanglegi, agar terkoneksi dengan jalan Gondanglegi ke Balekambang sehingga mampu menghidupkan jalur wisata Pantai Selatan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, selama ini anggaran pembangunan infrastruktur menuju kawasan tersebut telah cukup besar, namun tingkat Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) masih tergolong rendah.
Dengan adanya konektivitas tol, arus kendaraan menuju destinasi wisata Pantai Selatan diyakini akan meningkat signifikan.
Dari hasil presentasi tersebut, Pemkab Malang optimistis proyek ini dapat menarik perhatian Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian PU RI sebagai bagian dari proyek strategis nasional.
Secara teknis, tol Malang–Kepanjen diperkirakan memiliki panjang sekitar 30 kilometer dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp10,04 triliun. Meski demikian, Pemkab Malang berupaya menekan biaya tanpa mengurangi spesifikasi proyek
Dalam waktu dekat, proses review Feasibility Study (FS) dan basic design akan segera dilakukan, mencakup aspek teknis, sosial, ekonomi, hingga skema pembiayaan.
“Tahapan ini dijadwalkan mulai April atau Mei 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember 2026,” jelas Khairul.
Ia juga menyebutkan bahwa skema efisiensi dapat dilakukan, salah satunya dengan menyesuaikan jumlah exit tol.
“Dari kebutuhan anggaran Rp10,04 triliun, masih diupayakan bisa ditekan. Misalnya dengan mengurangi jumlah exit tol agar lebih efisien,” tambahnya.
Pemkab Malang menargetkan proses persiapan pembangunan dapat dimulai pada 2027, dengan tetap mewaspadai berbagai potensi hambatan eksternal.
“Insya Allah 2027 sudah bisa mulai persiapan pembangunan, dengan harapan tidak ada kendala besar seperti pandemi atau situasi global,” pungkasnya.
Jurnalis TS/Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !