160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Ribuan Warga NU se-Blitar Raya Gelar Istighosah Kubro, Dihadiri Walikota dan Bupati

KOTA BLITAR, HARIAN-NEWS.com — Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Blitar Raya menggelar Istighosah Kubro sebagai ikhtiar batin demi keselamatan bangsa dan negara, Sabtu (24/1/2026).

Ribuan jamaah memadati Stadion Supriadi, Kota Blitar, sejak pagi hari. Doa bersama berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, dipimpin sembilan kiai sepuh dari Kota dan Kabupaten Blitar yang dikenal sebagai tokoh kharismatik NU.

Kegiatan religius ini turut dihadiri Bupati Blitar Rijanto dan Wali Kota Blitar Shohibul Muhibin. Kehadiran dua pimpinan daerah tersebut menjadi simbol sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga stabilitas, persatuan, dan keutuhan bangsa.

Dalam sambutannya, Wali Kota Blitar Shohibul Muhibin yang akrab disapa Mas Ibin menyinggung sejarah panjang perjuangan kaum Nahdliyin, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan Republik Indonesia.

750 x 100 AD PLACEMENT

Ia menegaskan bahwa kontribusi NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dengan spirit hubbul wathan minal iman, NU menempatkan kecintaan kepada tanah air sebagai bagian dari iman. Besarnya jamaah NU tidak menjadikan warganya sombong. Soal loyalitas terhadap NKRI, NU tidak perlu diragukan lagi. NKRI harga mati,” tegas Mas Ibin, disambut gemuruh takbir dan tepuk tangan jamaah.

Sementara itu, para kiai sepuh dalam tausiyahnya kembali menegaskan peran strategis NU dalam sejarah bangsa, mulai dari perintisan kemerdekaan, Resolusi Jihad, hingga peran aktif menjaga kedaulatan negara dari berbagai ancaman ideologi yang berpotensi merusak persatuan nasional.

Istighosah Kubro tersebut dihadiri keluarga besar tokoh NU Kota dan Kabupaten Blitar, jajaran Muslimat NU, Fatayat NU, serta ribuan santri dan santriwati. Sejak pukul 07.00 WIB, jamaah telah memenuhi area stadion. Doa bersama dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan dipimpin para kiai khos dari Kota dan Kabupaten Blitar.

Ketua Panitia Istighosah, H. Hartono, dalam sambutannya yang disampaikan dengan bahasa khas Mataraman, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar spiritual sebagai doa tolak bala bagi masyarakat Blitar Raya dan keselamatan bangsa secara umum.
“Intinya istighosah ini adalah tombo teko loro lungo—obat agar bala dan musibah menjauh,” ujarnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Secara normatif, kegiatan ini mencerminkan peran strategis ulama dan umat dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual di tengah tantangan zaman. Istighosah tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas kebangsaan dan meneguhkan nilai persatuan.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa Indonesia tidak semata bertumpu pada aspek material dan kebijakan, tetapi juga pada kekuatan moral, spiritual, serta kearifan kolektif umat.

NU, dengan tradisi keagamaannya yang moderat dan nasionalis, terus meneguhkan perannya sebagai penjaga keseimbangan antara iman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Jurnalis: Etok/Rif

750 x 100 AD PLACEMENT

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !