160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Kesaktian Pancasila di Era Digital: Generasi Z Ditantang Jadi Penjaga Nilai Bangsa

Plt. Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Bakesbangpol Tulungagung, Agus Prihadi (foto by Pandhu)

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Lebih dari itu, Pancasila dituntut tetap hidup sebagai ideologi bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan budaya instan, terutama bagi generasi muda yang kini akrab dengan dunia digital.

Plt. Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Bakesbangpol Tulungagung, Agus Prihadi, menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan lagi soal menjaga khidmatnya upacara, melainkan memastikan nilai Pancasila benar-benar dipraktikkan oleh anak muda.
“Generasi muda harus lebih peka, jangan gampang menelan mentah-mentah informasi, apalagi hoaks. Kalau tidak kritis, mereka bisa terseret tren global yang bertolak belakang dengan nilai kebangsaan,” ujarnya dalam wawancara eksklusif bersama Harian-News, Jumat (26/9/2025).

Digitalisasi: Antara Peluang dan Ancaman
Ruang digital menawarkan kebebasan tanpa batas. Informasi datang silih berganti, sering kali tanpa filter. Kondisi ini membuat generasi muda rentan—mudah tergoda budaya instan dan tren global, namun kerap abai pada pijakan ideologi bangsa.
“Anak muda harus belajar menyaring, bukan sekadar meniru. Kalau tidak, dampaknya bisa memicu perpecahan dan menggerus nilai persatuan,” tegas Agus.

750 x 100 AD PLACEMENT

Teladan yang Kerap Terputus
Meski begitu, Agus juga mengingatkan bahwa mengajak generasi muda mengamalkan Pancasila akan sulit jika tidak dibarengi teladan nyata dari para pemimpin.
“Pemerintah harus memulai dari diri sendiri. Perilaku kita harus mencerminkan nilai Pancasila, bukan sekadar slogan. Tanpa teladan nyata, sulit mengajak generasi muda ikut mengamalkan,” imbuhnya.

Menghidupkan, Bukan Sekadar Menghafalkan
Lebih jauh, Bakesbangpol Tulungagung menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai jargon atau simbol tahunan. Bagi generasi muda, nilai Pancasila harus diterjemahkan ke dalam bahasa yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Implementasi Pancasila harus nyata, bukan hanya dihafal di buku teks. Kalau tidak, anak muda akan merasa Pancasila kehilangan makna,” tutup Agus.

Jurnalis Pandhu
Editor Tanu Metir

750 x 100 AD PLACEMENT

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !