160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Anggrek Jember Dipacu Jadi Motor Ekonomi, Festival 2025 Hadirkan Inovasi dan Penghargaan

JEMBER – HARIAN-NEWS.com.
Festival Anggrek Jember (FAJ) 2025 kembali hadir, bukan sekadar menampilkan keelokan bunga anggrek, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis komoditas lokal.

Dalam talkshow bertema “Inovasi Budaya dan Bisnis Anggrek sebagai Potensi Penggerak Ekonomi Daerah”, Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, M.Sc., menegaskan perlunya inovasi untuk menjadikan anggrek sebagai komoditas unggulan.

“Hasil penelitian dari laboratorium anggrek milik Jember nantinya bisa melahirkan produk turunan bernilai ekonomi dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Ning Ghyta, Senin (25/8/2025).

750 x 100 AD PLACEMENT

Laboratorium Anggrek Jadi Kunci Inovasi

Jember telah memiliki laboratorium anggrek yang digadang menjadi pusat riset dan inovasi. Dengan fasilitas ini, diharapkan lahir varietas unggul sekaligus produk turunan bernilai tambah yang mampu memperluas pasar.

Menurut Ning Ghyta, riset di laboratorium harus berorientasi pada penciptaan nilai ekonomi yang konkret agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Dialog Multipihak

750 x 100 AD PLACEMENT

Talkshow FAJ 2025 menghadirkan empat narasumber berkompeten:

Ghyta Eka Puspita (mewakili Bupati Jember),

Gus Yasin (Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia/PAI DPD Jawa Timur),

Dedek Setia (Ketua DPC PAI Malang Raya),

750 x 100 AD PLACEMENT

Novianto (Ketua Departemen Agribisnis DPD PAI).

Dialog interaktif ini membahas strategi inovasi budaya sekaligus peluang bisnis anggrek yang dapat mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

Visi Jangka Panjang

Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan anggrek tidak hanya berfungsi sebagai simbol estetika, melainkan juga motor penggerak ekonomi lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Dengan dukungan teknologi laboratorium serta keterlibatan pelaku usaha, industri anggrek Jember diyakini mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.

Jurnalis: Wahyu Ade |

Editor: HARIAN-NEWS

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !