160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Sanggar Lestari Widodo Wiryotomo Lestarikan Seni Tradisional

Riski Ayu, Orangtua murid

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Sanggar  Lestari Widodo Wiryotomo Lestarikan Seni Tradisional di Kabupaten Tulungagung.

Sanggar Tari ini menghidupkan kembali pesona tari, menghimpun anak-anak dan remaja dari berbagai usia dalam semangat belajar yang menyala.

Pendopo megah dengan kesan klasik khas bangunan Jawa berada Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman, Tulungagung, saksi bisu komitmen seniman melestarikan seni tradisional yang tersembunyi bak sebuah oase seni yang terus menari dalam irama budaya tradisional.

Metode Pelatihan yang Memikat Hati

750 x 100 AD PLACEMENT

Di sudut sanggar, setiap Sabtu pukul 13.00 WIB, terdengar riuh rendah anak-anak TK yang belajar menari. Riski Ayu, salah satu orang tua murid, berbicara dengan penuh kebanggaan, “Kelas ini dirancang dengan metode sederhana, fokus pada gerakan bermain agar mereka tetap antusias.”

Seperti mentari yang mengiringi hari, pelatih dengan sabar memandu setiap langkah, memulai dengan pemanasan dan melanjutkan dengan gerakan-gerakan yang diperkenalkan satu demi satu, hingga benar-benar dipahami.

Simfoni Tarian Tradisional

Gerakan sederhana yang dimainkan oleh anak-anak pra dasar adalah pengantar bagi tarian-tarian yang lebih rumit. Di tingkatan lebih tinggi, murid diajak menari dalam alunan budaya, mempersembahkan tari Gambyong dan Reog Kendang yang kaya akan warisan Tulungagung.
“Beberapa tarian khas daerah mulai diperkenalkan pada murid tingkat lanjut,” tambah Riski Ayu.

750 x 100 AD PLACEMENT

Harmoni Jadwal yang Fleksibel

Pelatihan di Sanggar LWW berjalan seperti alunan musik yang teratur. Kelas pra dasar pada Sabtu pukul 13.00 WIB, disusul kelas dasar pukul 14.00 WIB, dan sore harinya, tari jaranan kecil mulai beraksi. Jadwal ini bisa berubah jika sanggar digunakan untuk kegiatan lain, namun semangat belajar tetap terjaga.

Panggung Harapan dan Masa Depan

750 x 100 AD PLACEMENT

Di sanggar ini, ujian tengah semester dan ujian akhir semester menjadi bagian dari evaluasi murid. Pertunjukan tahunan adalah momen bagi mereka untuk menunjukkan hasil jerih payah. “Harapannya, seni tari tradisional semakin diminati, dilestarikan, dan memberikan prestasi bagi anak-anak maupun daerah,” kata Riski Ayu penuh harap.

Simfoni Dukungan Masyarakat

Antusiasme masyarakat terhadap Sanggar LWW sangat besar, terbukti dari jumlah murid yang terus bertambah.
“Antusiasme masyarakat sangat besar, menunjukkan bahwa seni tari tradisional masih memiliki tempat di hati mereka,” ujar Riski Ayu.

Sanggar ini juga kerap bekerja sama dengan pemerintah daerah, menghadirkan penari di acara-acara resmi Kabupaten Tulungagung.

Dengan dedikasi tinggi dari pengelola, pelatih, dan dukungan masyarakat, Sanggar Lestari Widodo Wiryotomo berperan sebagai penjaga nyala api seni tari tradisional di Tulungagung.

Mereka memastikan warisan budaya ini tetap hidup, menari di atas gelombang waktu dan menginspirasi generasi mendatang.

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !