
TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com – Minimnya wawasan pengetahuan perawatan bayi seiring tugas dan tanggungjawab menjadi orang tua baru seringkali
menimbulkan banyak kekhawatiran.
Hal itu terjadi terutama bagi mereka yang menjalani kehidupan mandiri bersama keluarga kecil, jauh dari kerabat.
Kurangnya informasi dan dukungan seringkali membuat orang tua merasa kesulitan mencari solusi ketika menghadapi masalah kesehatan pada anak, seperti pijat bayi.
Di masa lalu, pijat bayi biasanya dilakukan oleh “dukun bayi”, yang biasanya adalah nenek atau ibu-ibu yang sudah berpengalaman dalam memijat anak. Namun, di era modern ini, banyak orang tua yang lebih memilih pemijat yang memiliki sertifikat, dengan harapan anak mereka ditangani oleh ahlinya, seperti bidan bayi.
Salah satu bidan bayi terkemuka di Desa Kandangan, Blitar, adalah Nisaul Hanifah. Bidan yang lahir pada tahun 1997 ini memulai usaha baby spa pada bulan Agustus 2022.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, menikah, dan memiliki anak, Nisaul memutuskan untuk membuka baby spa dengan tujuan memiliki fleksibilitas waktu antara berkarir, menjadi seorang istri, dan menjadi ibu.
“Sejatinya, seorang anak akan selalu mengingat kehadiran ibunya di setiap tahap tumbuh kembangnya. Saya ingin menemani tumbuh kembang anak saya.
Dengan membuka baby spa, saya dapat mengatur waktu dengan lebih baik. Saya dapat bekerja sambil tetap merawat anak,” ungkapnya.
Pada usia 27 tahun, Nisaul telah membuka usaha baby spa sendiri dan telah mengalami banyak hal menarik. Salah satunya adalah testimoni mengharukan dari seorang anak berusia 2 tahun yang memiliki riwayat pneumonia dan mengalami batuk pilek yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari seminggu.
“Anak tersebut dibawa ke tempat saya untuk terapi, dan atas izin Allah, dua hari setelah terapi, ibunya mengabari bahwa kesehatan anaknya mulai membaik dan banyak perubahan. Sang ibu merasa trauma setelah anaknya harus dirawat di rumah sakit karena pneumonia. Bagi semua ibu, sangat menyakitkan melihat buah hati harus ditusuk jarum berkali-kali saat dirawat di rumah sakit,” jelasnya.
Menurut Nisaul, tantangan terbesar dalam menjalankan baby spa adalah ketika pasien berharap keluhan mereka langsung hilang setelah satu kali terapi. Padahal, untuk beberapa kasus seperti batuk pilek berat, terapi mungkin perlu dilakukan 2 – 3 kali.
Nisaul selalu menjelaskan bahwa bidan bukan Tuhan yang bisa langsung menyembuhkan penyakit. Jika ada beberapa pasien yang setelah satu kali terapi sudah langsung sembuh, itu tetap atas izin Allah.
Nisaul menambahkan, “Sebenarnya, ada banyak kejadian mengharukan dan tak terlupakan. Semua yang terjadi di baby spa terjadi atas izin Allah. Saya hanya sebagai perantara. Harapan saya kepada semua orang tua adalah pastikan Anda memilih tempat baby spa yang sudah terlatih dan bersertifikat.”
Lindwika