160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Ziaroh Makbaroh Mbah Yai Fathurrohman Poleng: Jejak Perjuangan yang Tak Boleh Mandek

NGANJUK, HARIAN-NEWS.com – Di sudut barat selatan Kabupaten Nganjuk, berdiri sebuah makbaroh yang menjadi saksi lahirnya para pengasuh pesantren di Nganjuk, Kediri dan beberapa kabupaten lainnya. Di sanalah Mbah Yai Fathurrohman Poleng dimakamkan, seorang tokoh yang dengan keikhlasan dan keteguhan hati menanamkan ajaran Islam hingga berakar kuat di tanah Nganjuk.

Ahad (19/4/2026), suasana di Makbaroh Mbah Yai Poleng terasa khidmat. Atas inisiatif Ikatan Bani Fathurrohman (IBF), ziaroh bersama digelar sebagaimana tradisi setiap Syawal.

Tahlil dipimpin KH. Zainal Musthofa dari Jatisari Nganjuk, sementara doa dipimpin KH. Manshur dari Pondok Pesantren Sekarputih Nganjuk.

750 x 100 AD PLACEMENT

Selepas tahlil, KH. Zainal menegaskan pesan yang sederhana namun mendalam: “Ziaroh makbaroh ini kewajiban kita untuk memberikan doa. Kegiatan ini harus dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Jangan sampai ada kemandekan. Kita bersyukur bagian dari dzuriyah orang sholeh. Kita berkewajiban kirim doa.”

KH. Manshur menambahkan, ziaroh bukan sekadar ritual, melainkan pengingat akan amalan dan nasihat Simbah Kyai Fathurrohman. Dari perjuangan beliau, Islam tumbuh subur di Nganjuk.

Tampak hadir pula KH. Imam Mawardi Ridlwan dari Tulungagung. Kepada awak media, ia menuturkan bahwa ziaroh ke Mbah Yai Poleng adalah sarana untuk menapaktilasi jejak perjuangan sekaligus mempererat tali kekerabatan. “Ziaroh ini sarana kumpul untuk saling menguatkan tali kekerabatan,” tutup Abah Imam.

750 x 100 AD PLACEMENT

Ziaroh Makbaroh Mbah Yai Fathurrohman Poleng bukan hanya pertemuan keluarga besar, melainkan pernyataan iman: bahwa doa, perjuangan, dan kebersamaan adalah warisan yang harus terus hidup, dari generasi ke generasi.
Jurnalis : IMR/AG

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !