160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Sinergi Program Puskesmas Beji dan PKK Kecamatan Boyolangu dalam Pemberantasan DBD

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com-Pada hari Rabu, 22 Mei, Puskesmas Beji dan Tim Penggerak PKK Kecamatan Boyolangu mengadakan pertemuan rutin di kantor Desa Sobontoro.

Acara ini bertujuan untuk membahas pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dalam rangka pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dalam paparannya, Kepala Puskesmas Beji, Dr. Heru Nurcahyo, menjelaskan langkah-langkah PSN yang dikenal sebagai “3M Plus”:

750 x 100 AD PLACEMENT

Menguras Tempat Penampungan Air: Mengosongkan dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti bak mandi, ember, dan pot bunga.

Menutup Tempat Penampungan Air: Menutup rapat wadah air agar nyamuk tidak dapat bertelur di dalamnya.

Mendaur Ulang Barang: Memanfaatkan barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, seperti botol plastik atau kaleng, dengan cara mendaur ulang atau membuangnya dengan benar.
Selain 3M di atas, terdapat poin tambahan yang disebut “Plus”:

Menanam Tanaman Pengusir Nyamuk: Tanaman seperti serai, lavender, atau mint dapat membantu mengusir nyamuk.

750 x 100 AD PLACEMENT

Memeriksa Tempat Penampungan Air: Rutin memeriksa dan membersihkan tempat-tempat yang digunakan untuk menyimpan air.

Memelihara Ikan Pemakan Jentik Nyamuk: Ikan seperti ikan guppy atau ikan mas dapat memakan jentik nyamuk.

Menggunakan Obat Anti Nyamuk: Menggunakan obat nyamuk atau lotion anti nyamuk.

Memasang Kawat Kasa pada Jendela dan Ventilasi: Mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.

750 x 100 AD PLACEMENT

Melakukan Gotong Royong: Bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar.

Meletakkan Pakaian dalam Wadah yang Tertutup: Mencegah nyamuk bertelur di dalam pakaian bekas.

Memberikan Larvasida pada Penampungan Air yang Sulit Dikuras: Menggunakan larvasida pada tempat air yang sulit dikuras.

Memperbaiki Saluran dan Talang Air yang Tidak Lancar: Memastikan saluran air tidak tersumbat.

Dokter Heru menekankan pentingnya melaksanakan PSN minimal seminggu sekali agar mata rantai pertumbuhan jentik nyamuk terputus sebelum mereka menjadi nyamuk dewasa. Semoga informasi ini membantu masyarakat dalam pencegahan DBD! ️.

Tentu! Berikut adalah beberapa ciri-ciri area di sekitar rumah yang sering menjadi sarang nyamuk:

  1. Ban Bekas: Ban bekas yang berukuran besar sering didaur ulang sebagai ayunan, pot bunga, atau dinding pembatas di area taman. Namun, bagian dalam ban bekas dapat menampung air hujan, menjadi tempat yang disukai nyamuk untuk berkembang biak. Pastikan untuk rutin memeriksa dan mengosongkan air yang mungkin tergenang di dalam ban1.
  2. Kolam Renang Portable: Jika kamu memiliki kolam renang portable, pastikan untuk mengosongkannya setelah digunakan. Air bersih dalam kolam dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk1.
  3. Tempat Sampah dan Area Daur Ulang: Tempat sampah yang ditinggalkan di luar rumah dapat menampung air hujan. Gunakan tempat sampah dengan tutup untuk menghindari air tertampung di dalamnya. Selain itu, segera cek dan kosongkan airnya setelah hujan lebat1.
  4. Talang Air yang Tersumbat: Talang air dan selokan yang tersumbat adalah tempat yang pas untuk nyamuk berkembang biak. Periksa atap dan pastikan tidak ada sumbatan yang menyebabkan air tergenang. Selain itu, periksa juga selokan di sekitar rumah agar tidak menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk1.

Ingatlah untuk selalu menjaga kebersihan dan menghindari genangan air di sekitar rumah agar nyamuk tidak berkembang biak. Semoga informasi ini membantu! ️1.

Tentu! Berikut adalah beberapa ciri-ciri area di sekitar rumah yang sering menjadi sarang nyamuk:

  1. Ban Bekas: Ban bekas yang berukuran besar sering didaur ulang sebagai ayunan, pot bunga, atau dinding pembatas di area taman. Namun, bagian dalam ban bekas dapat menampung air hujan, menjadi tempat yang disukai nyamuk untuk berkembang biak. Pastikan untuk rutin memeriksa dan mengosongkan air yang mungkin tergenang di dalam ban1.
  2. Kolam Renang Portable: Jika kamu memiliki kolam renang portable, pastikan untuk mengosongkannya setelah digunakan. Air bersih dalam kolam dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk1.
  3. Tempat Sampah dan Area Daur Ulang: Tempat sampah yang ditinggalkan di luar rumah dapat menampung air hujan. Gunakan tempat sampah dengan tutup untuk menghindari air tertampung di dalamnya. Selain itu, segera cek dan kosongkan airnya setelah hujan lebat1.
  4. Talang Air yang Tersumbat: Talang air dan selokan yang tersumbat adalah tempat yang pas untuk nyamuk berkembang biak. Periksa atap dan pastikan tidak ada sumbatan yang menyebabkan air tergenang. Selain itu, periksa juga selokan di sekitar rumah agar tidak menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk1.

Ingatlah untuk selalu menjaga kebersihan dan menghindari genangan air di sekitar rumah agar nyamuk tidak berkembang biak. Semoga informasi ini membantu! ️1.

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !