

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Pengawasan terhadap keselamatan transportasi darat mulai diperketat menjelang arus mudik Lebaran 2026. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung bersama sejumlah instansi menggelar ramp check kendaraan sekaligus tes urine awak bus di Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan awak transportasi publik, sekaligus memastikan armada bus yang akan melayani masyarakat selama masa mudik dalam kondisi laik jalan.

Kepala BNNK Tulungagung, Wasbeka Abie Yuwono, mengatakan pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan para pengemudi dan kru bus dalam kondisi sadar serta bebas dari pengaruh narkoba saat menjalankan tugas.
“Kami ingin memastikan awak transportasi publik yang membawa banyak penumpang benar-benar dalam kondisi sehat, sadar, dan bebas dari narkoba,” ujarnya.
Sebanyak 16 pengemudi dan kru bus yang beroperasi di Terminal Gayatri menjalani tes urine menggunakan alat Orient Gene Multi Drugs of Abuse Multi 6 Parameter, yang mampu mendeteksi enam jenis zat narkotika, di antaranya methamphetamine, cocaine, morphine, amphetamine atau MDMA, benzodiazepine, serta THC.
Dari hasil pemeriksaan sementara, seluruh awak bus yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif narkoba.
Selain tes narkoba, petugas gabungan juga melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan terhadap bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Pemeriksaan meliputi kondisi teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, serta standar keselamatan operasional.

Abie menegaskan bahwa pemeriksaan kendaraan merupakan bagian penting dalam upaya menekan potensi kecelakaan yang kerap meningkat saat masa libur panjang.
“Bus yang beroperasi harus benar-benar memenuhi standar keselamatan. Jika tidak, risikonya bukan hanya bagi sopir, tetapi juga bagi penumpang,” katanya.
Kegiatan ramp check ini juga dipantau langsung oleh Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang hadir di Terminal Gayatri untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai prosedur.
Menurut Ahmad Baharudin, ramp check merupakan langkah preventif yang sangat penting karena transportasi publik menyangkut keselamatan banyak orang.
“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Kendaraan harus laik jalan dan awaknya harus dalam kondisi sehat serta bebas dari narkoba,” ujarnya.
Dalam inspeksi tersebut, petugas juga menemukan kekurangan minor pada salah satu armada bus, yakni tidak lengkapnya alat pemadam api ringan (APAR). Pemerintah daerah memilih pendekatan pembinaan dengan meminta operator segera melengkapi standar keselamatan yang masih kurang.
Meski hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi relatif aman, pengawasan terhadap transportasi publik dinilai tidak boleh berhenti pada kegiatan musiman menjelang mudik saja.
Ahmad Baharudin menegaskan bahwa pembinaan serta pengawasan terhadap awak dan armada transportasi publik harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Transportasi publik menyangkut keselamatan masyarakat luas. Karena itu pengawasan tidak boleh bersifat seremonial,” tegasnya.
Ramp check di Terminal Gayatri ini melibatkan berbagai instansi, antara lain Dinas Perhubungan Tulungagung, P3LLAJ Dinas Perhubungan Jawa Timur, UPT Terminal Gayatri Kementerian Perhubungan, Satlantas Polres Tulungagung, Jasa Raharja, serta Dinas Kesehatan yang turut melakukan pemeriksaan kesehatan awak bus.
Melalui langkah preventif ini, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Jurnalis : Pandhu/Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !