160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

PMII Dukung Perlawanan #Warga Wadas untuk Keadilan

Aksi PMII Tulungagung Dukung Warga Wadas di Depan kantor DPRD Tulungagung, Selasa siang (22/02/2022)

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tulungagung bergerak mendukung seruan perlawanan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah atas perampasan hak asasi manusia dan perampasan tanahnya, Selasa siang, (22/02/2022).

Bergerak dari Markas PMII yang tidak jauh dari Mapolres Tulungagung, sedikitnya 100 orang lebih aktivis mahasiswa itu bergerak ke arah barat melintasi Mapolres Tulungagung, Kantor Bupati Tulungagung, alun-alun dan berhenti tepat di depan kantor DPRD Kabupaten Tulungagung. 

Selama perjalanan mereka meneriakan yel-yel seruan Wadas melawan, Wadas tertindas, dan sesekali menyanyikan lagu Ya Lal Wathon dengan penuh semangat.

Dengan pengawalan aparat keamanan, baik dari Polres Tulungagung maupun anggota Kodim 0807, aktivitis dengan atraktif melalui lagu diriingi gitar dengan berbagi pidato penuh gelora untuk solidaritas pada warga Wadas.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Bagaimana kami bisa tidur dengan nyenyak sementara saudara kita yang ada di Wadas dalam kondisi tertindas, dirampas hak asasi manusianya dan tanahnya. Bagaimana kita bisa makan nasi padang dengan enak sementara saudara kita di Wadas kelaparan,” katanya.

Tertib mendengarkan kumandang Azan Sholat Ashar

Usai kumandang azan sholat Ashar dari Masjid Al Munawar, para aktivis kembali menyampaikan dukungannya atas perlawanan Warga Wadas untuk meraih keadilan.

Dan mereka minta kepada Ketua DPRD Tulungagung untuk keluar menemui aksi mereka. Kata seorang aktivis,”Jika saudara Ketua Dewan tidak mau menemui kami, maka kami akan masuk kedalam kantor dewan.”

Tak lama  keluarlah dua orang wakil ketua DPRD Tulungagung Baharudin dan Adib Makarim dengan menemui para aktivis di depan kantor dewan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Dilanjutkan Ketua PC PMII Tulungagung yang akrab disapa Suci menyampaikan tujuan mereka melakukan aksi pada perwakilan DPRD Tulungagung tersebut.

Gambaran permasalahan yang terjadi di Wadas. Pada pekan lalu, kondisi di Wadas sangat mencekam karena ratusan aparat kepolisian mengepung permukiman seluas, 186,1 hektare di Perbukitan Jawa Tengah itu. Polisi mengawal pengukuran lahan bakal lokasi tambang andesit yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dan warga menolak proyek penambangan batu andesit karena merusak lahan perkebunan mereka. Perlawanan itu sudah terjadi sejak 2018 lalu.

Jadi Warga Desa Wadas ini menolak penambangan batu andesit yang merusak prekebunan dan lingkungan. Bukan menolak pembangunan Bendungan Bener.

750 x 100 AD PLACEMENT

Penulis       : Edy Purwanto

Editor         : Mas Edit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !