Sabtu, 18 Mei 2024

Petani Melon di Sidoarjo Mengeluh Gagal Panen, Dampak Musim Panas Ekstrem

SIDOARJO, HARIAN-NEWS.com — Akibat musim kemarau yang berkepanjangan, belasan hingga puluhan hektare lahan yang ditanami buah melon dan semangka di Sidoarjo, Jawa Timur, gagal panen. Akibatnya petani mengalami kerugian hingga puluhan juta.

Belasan hektare lahan melon dan semangka itu berada di Desa Damarsi, Buduran, Sidoarjo. Untuk menyiasati agar kerugian tidak terlalu besar, petani menjual melon dan semangka diecer di pinggir jalan.

Hardi (48) salah satu petani Desa Damarsi mengatakan panas ekstrem yang menjadi faktor penyebab para petani melon dan semangka di Desa Damarsi gagal panen

“Karena setiap hari panasnya sangat menyengat, menyebabkan buah melon dan semangka kualitasnya tidak maksimal,” imbuhnya.

Hardi juga menjelaskan kondisi buah melon yang dipanen tidak bisa besar, hanya segenggam kepalan orang dewasa. Sementara itu untuk buah semangka paling besar beratnya hanya 1 kilogram. Biasanya satu biji buah semangka beratnya 4 hingga 6 kilogram.

survey dan pendeteksi sumber air

“Gagal panen tahun ini kami rugi sekitar Rp 10 juta, untuk menyiasati agar ruginya tidak terlalu banyak. Buah melon dan semangka kami jual secara eceran di pinggir jalan,” kata Hardi.

Hardi menuturkan akibat gagal panen ini, para petani rata-rata mengalami kerugian berkisar Rp 10-12 juta. Dari modal yang digunakan, untuk sepertiga hektar sawah, para petani menggunakan modal untuk tanam sekitar 15 juta rupiah. Namun saat hasil penjualan panen, mereka hanya mendapatkan uang sekitar 1,3 juta hingga 1,5 juta rupiah.

BACA JUGA :  TROIST CUP 2022 SMANTIGDA Sukses Digelar

“Setiap petani rata rata mengalami kerugian di atas 15 juta, atau minimal sekitar 10 juta rupiah,” kata Hardi.

Hal yang sama juga disampaikan Musamah, (45) yang sudah menjadi petani melon selama puluhan tahun. Dia juga mengalami kerugian pada musim panas ekstrem kali ini.

Menurut Musammah, faktor panas ekstrem ini yang menjadi penyebab daun tumbuhan melon menjadi kering, sehingga buahnya tidak bisa menjadi besar.

“Baru tanam kali ini gagal panen, ya gara gara panasnya terlalu,” kata Musamah.

Untuk meminimalisir kerugian yang cukup besar, kata Musamah, para petani kebanyakan menjual seçara langsung hasil panen mereka kepada para konsumen.

Jika biasanya hasil panen dibeli oleh tengkulak, namun para petani saat ini lebih memilih menjual langsung ke para konsumen dengan harga kisaran Rp 2 ribu per buahnya, lantaran jika dijual ke tengkulak, harganya jauh lebih murah.

“Kalau dibeli tengkulak harganya gak nutut, karena dibeli dengan harga murah. Ya lebih baik dijual sendiri,” kata Musamah.

Kini para petani hanya bisa pasrah melihat hasil panen mereka gagal, dan hanya bisa berharap kepada pihak pemerintah ada bantuan modal agar mereka bisa terus bertani.

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Giat Pelayanan KB Gratis Implan dan IUD di Puskesmas Pagerwojo Sukses

Giat Pelayanan KB Gratis Implan dan IUD di Puskesmas Pagerwojo Sukses TULUNGAGUNG HARIAN- NEWS.com - Pada hari Selasa, tanggal 14 Mei 2024, Puskesmas Pagerwojo, Tulungagung,...

Milad ke-31 Pesantren Al Azhaar, Dihadiri Pj. Bupati Wujud Sinergi Dakwah dan Pendidikan

TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com - Pesantren Al Azhaar Tulungagung, Jawa Timur, merayakan Milad ke-31 dengan penuh syukur dan kehangatan Acara tasyakuran yang diadakan pada hari Jumat,...

Demontrasi Damai, Jurnalis Malang Raya Bersatu Menolak RUU Penyiaran

  MALANG, HARIAN-NEWS.com - Dalam sebuah demonstrasi damai yang berlangsung di depan gedung DPRD dan Balaikota Malang, para jurnalis dari Malang Raya menyatakan penolakan mereka...

Konsultasi Publik Persiapan Lahan Pembangunan SPAM Diyeng

Malang, Harian-news.com -  Setelah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaligoro yang bertujuan untuk mengatasi kekeringan air di wilayah Malang Selatan khususnya untuk wilayah...

Mengukir Masa Depan Lingkungan: Pelantikan SAKA Kalpataru Sidoarjo 2024

SIDOARJO, HARIAN- NEWS.com - Dalam rangka memperkuat edukasi dan aksi lingkungan di kalangan pemuda, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo menggelar acara Orientasi...

Kapolres Tulungagung Berangkat Haji, Doa dan Harapan Sekretaris IPHI Jatim

AKBP Teuku Arsya Khadafi, S.H., S.I.K., M.Si.,   TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com Sekretaris Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Timur, KH. Imam Mawardi Ridlwan, menyampaikan doa khusus...

Seleksi Kompetensi BLUD RSUD dr. Iskak, Wujud Transparansi dan Kesempatan bagi Calon Pegawai

TULUNGAGUNG , HARIAN- NEWS.com - Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen pada Pelayanan Kesehatan Berkualitas, ada 1.173 Peserta Ikuti Seleksi PTT RSUD dr. Iskak Dalam upaya meningkatkan...

Upaya Pengendalian Inflasi 2024, Pj. Bupati Ikuti Rakor Strategis Tulungagung Secara Daring

TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com - Pada hari Senin, 13 Mei 2024, sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) penting telah dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi di...

Mbah Rahmat dan Al Azhaar Bersinergi, Buka Peluang Pendidikan PAUD dan TK Tahfidz di Ngadiluwih

KEDIRI, HARIAN- NEWS.com - Dalam langkah yang menginspirasi, Mbah H. Rahmat dari Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur mengundang Pengasuh Pesantren Al Azhaar Tulungagung, Abah Imam...

Perda Kota Layak Anak Disahkan, Pemkot Malang Tingkatkan Perlindungan Hak Anak

MALANG, HARIAN-NEWS.com - Dalam upaya serius meningkatkan perlindungan hak-hak anak, DPRD Kota Malang telah mengesahkan Perda Kota Layak Anak. Sidang paripurna pada Selasa (14/5/2024) menjadi...

Perayaan Milad ke-31 Pesantren Al Azhaar Tulungagung, Sebuah Refleksi Perjalanan dan Komitmen Khidmat Berjama’ah

TULUNGAGUNG, HARIAN- NEWS.com - Pesantren Al Azhaar Tulungagung merayakan miladnya yang ke-31 dengan gelar “Al Azhaar Bersholawat”, bersama Habib Sayyidi Baraqbah dari Yogyakarta. Acara ini...

MA Sains BIK Tuban, Oasis Ilmu Pengetahuan yang Membudayakan Prestasi

TUBAN, HARIAN- NEWS.com - Di bawah naungan Kemenag Kabupaten Tuban, sebuah semai pendidikan bernama MA Sains Bina Insan Kamil (BIK) Tuban telah tumbuh, berakar...
spot_img
spot_img

BERITA TRENDING