

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Komunitas otomotif Panther Tulungagung kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim dan kaum dhuafa di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan sosial bertajuk “Santunan Anak Yatim/Piatu dan Dhuafa” tersebut digelar di kediaman Sutrisno, salah satu anggota Panther Tulungagung. Aksi ini menjadi bukti bahwa komunitas otomotif tidak hanya identik dengan kegiatan berkendara, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Ketua Panther Tulungagung H. Agus Hermansyah melalui perwakilan anggota Eko Purwoadi mengatakan, kegiatan berbagi tersebut merupakan agenda rutin yang lahir dari rasa syukur para anggota.
“Komunitas ini bukan hanya tempat menyalurkan hobi otomotif, tetapi juga wadah untuk berbagi dan menebar manfaat bagi masyarakat,” ujar Eko.

Ia menambahkan, seluruh dana santunan yang disalurkan berasal dari sumbangan sukarela para anggota komunitas serta dukungan sejumlah donatur dari luar komunitas.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota tidak hanya hadir sebagai pecinta otomotif, tetapi juga terlibat langsung sebagai relawan dalam proses penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Pemilihan Desa Sawo sebagai lokasi kegiatan dilakukan melalui musyawarah internal anggota. Setiap anggota diberi kesempatan mengusulkan lokasi penyaluran bantuan berdasarkan kondisi sosial di lingkungan masing-masing.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, panitia menggandeng tokoh masyarakat setempat dalam proses pendataan penerima manfaat.
Salah satunya Romziah, pengurus Fatayat dan Muslimat Desa Sawo, yang turut membantu proses verifikasi data penerima santunan.
Menurut Romziah, sebanyak 45 warga menerima bantuan, terdiri dari 20 anak yatim dan 25 kaum dhuafa.
Pendataan dilakukan secara sistematis dengan melibatkan 10 ketua jamaah majelis taklim di Desa Sawo agar bantuan benar-benar diberikan kepada warga yang membutuhkan.
“Pendataan kami lakukan dengan hati-hati. Setiap nama yang diusulkan diverifikasi oleh para ketua jamaah agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, mayoritas anak yatim yang menerima bantuan masih berada di usia sekolah sehingga kebutuhan pendidikan menjadi salah satu hal yang cukup mendesak.
“Bantuan ini sangat berarti bagi mereka, terutama untuk kebutuhan pendidikan dan perlengkapan sekolah,” tambahnya.
Selain aktif dalam kegiatan sosial, Panther Tulungagung juga terus menanamkan nilai disiplin kepada para anggotanya, khususnya terkait etika dan keselamatan berkendara.
Setiap kegiatan pertemuan rutin komunitas selalu disertai edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas guna menjaga citra positif komunitas otomotif di tengah masyarakat.
Ke depan, Panther Tulungagung berencana mengembangkan bentuk bantuan tidak hanya berupa santunan uang tunai, tetapi juga kebutuhan pokok maupun perlengkapan lainnya yang lebih bermanfaat bagi penerima.
Dengan semangat kebersamaan, komunitas ini berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Jurnalis : Pandhu/Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !