Tulungagung

Kekeringan Meluas, BPBD Tulungagung Percepat Droping Air Bersih ke Empat Desa

×

Kekeringan Meluas, BPBD Tulungagung Percepat Droping Air Bersih ke Empat Desa

Sebarkan artikel ini

Kepala BPBD Tulungagung Sudarmaji saat memberikan keterangan kepada awak mediamb GTerkait penanganan kekeringan dan distribusi air bersih di sejumlah wilayah, Rabu (12/8/2026).

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Musim kemarau yang semakin panjang mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung. Sejumlah sumber air warga mengering sehingga kebutuhan air bersih meningkat dan memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung meningkatkan distribusi air bersih ke daerah terdampak.

Kepala BPBD Tulungagung, Sudarmaji, S.Sos., M.Si., mengatakan dropping air dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. Dalam kondisi tertentu, armada BPBD dapat diterjunkan hingga lima kali dalam sepekan.

“Dropping air kami lakukan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (12/8/2026).

Menurut Sudarmaji, BPBD menerapkan layanan yang fleksibel agar bantuan tidak terhambat administrasi. Jika warga sudah membutuhkan air bersih, armada tangki dapat langsung diberangkatkan, sementara surat pengajuan dapat menyusul.

Saat ini terdapat empat desa yang menjadi perhatian utama BPBD, yakni Desa Kalidawe (Pucanglaban), Desa Sebalor (Bandung), Desa Kresikan (Tanggunggunung), dan Desa Pakisrejo. Desa Sebalor baru menerima bantuan air bersih, sedangkan Desa Pakisrejo telah mendapatkan dua tangki air.

Meski telah memiliki sumur bor, sebagian wilayah Pakisrejo masih mengalami kesulitan air karena lokasi terdampak berada di titik yang belum terjangkau fasilitas tersebut. Selain itu, kondisi tanah berpasir di beberapa lokasi juga menjadi kendala karena air cepat meresap ke dalam tanah.

BPBD meminta masyarakat aktif memantau persediaan air dan segera melapor jika stok mulai menipis agar distribusi dapat dilakukan sebelum kondisi menjadi kritis.

Sudarmaji menegaskan, distribusi air bersih menjadi solusi cepat selama musim kemarau. Namun, dalam jangka panjang pemerintah perlu memperluas akses sumber air dan memperkuat pemetaan wilayah rawan kekeringan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air tangki.

Jurnalis: Pandhu