
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tulungagung mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Pelatihan UMKM – Solusi Digital Berbasis AI bertajuk “Ciptakan Produk Berkelas, Kelola Cuan dengan Cerdas” di Aula Lantai 3 Kantor Kadin Tulungagung, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan menghadirkan Dian Faqih, S.Pd., Wakil Ketua Bidang UMKM dan Pemberdayaan Jaringan Usaha Daerah, sebagai pemateri.
Ketua Kadin Tulungagung Rifqi Firmansyah, S.H., mengatakan perubahan teknologi harus diikuti kesiapan pelaku usaha untuk beradaptasi. Perubahan pasar kini tidak hanya menyangkut teknologi produksi, tetapi juga perilaku konsumen yang semakin terbiasa mencari informasi, membandingkan produk hingga bertransaksi melalui kanal digital.
Menurut Rifqi, pelaku usaha tidak bisa terus mengandalkan cara lama ketika pasar telah berubah. Ia mencontohkan Nokia yang pernah mendominasi industri telepon seluler, tetapi kehilangan posisi ketika gagal mengikuti perubahan teknologi dan ekosistem smartphone.
“Ukuran perusahaan dan besarnya nama merek tidak otomatis menjamin keberlangsungan bisnis,” menjadi pelajaran penting bagi UMKM untuk terus berinovasi.

Dalam pelatihan tersebut, AI diposisikan bukan sebagai ancaman, melainkan alat bantu untuk meningkatkan efisiensi usaha. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun konsep pemasaran, membuat narasi merek, mengembangkan ide konten, melakukan riset awal pasar hingga membantu administrasi dan keuangan.
Namun, Rifqi menegaskan penggunaan AI tetap membutuhkan kemampuan manusia untuk melakukan verifikasi dan mengambil keputusan. AI bukan pengganti tanggung jawab pengusaha dalam menentukan arah bisnis.
Kadin Tulungagung, lanjutnya, juga ingin memperkuat perhatian terhadap UMKM dan jaringan usaha daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, pengembangan jaringan bisnis hingga membuka akses pembiayaan. Pemberdayaan perempuan melalui pengembangan bisnis digital bagi ibu-ibu pelaku usaha turut menjadi perhatian.
Rifqi mengingatkan agar pelatihan tidak berhenti pada ruang seminar. Pengetahuan AI harus segera diterapkan dalam praktik, mulai dari memperbaiki tampilan produk, membangun identitas merek, memperluas pemasaran digital hingga menertibkan pencatatan keuangan.

Kadin berharap pemanfaatan teknologi mampu membantu produk lokal Tulungagung menembus pasar lebih luas, bahkan nasional dan internasional. Namun digitalisasi bukan satu-satunya jawaban.
Kualitas produk, kemasan, merek, pengelolaan keuangan dan kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen tetap menjadi kunci. AI hanya menjadi instrumen untuk mempercepat proses.
“Bagi UMKM Tulungagung, tantangan sesungguhnya adalah mengubah teknologi dari sekadar pengetahuan menjadi kebiasaan dalam menjalankan usaha,” demikian pesan yang mengemuka dalam pelatihan tersebut.
Jurnalis: Pandhu













