160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Janji  Ketua KONI Blitar Masuk Tujuh  Besar Porprov Meleset

BLITAR HARIAN-NEWS.com – Harapan besar masyarakat Kabupaten Blitar untuk melihat kejayaan daerahnya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 kandas di tengah jalan. Alih-alih menembus 5 besar seperti yang pernah dijanjikan Ketua KONI Beky Herdihansah, kontingen Kabupaten Blitar justru harus puas di peringkat 14.

Berdasarkan data resmi, Kabupaten Blitar hanya mampu mengoleksi 19 medali emas, 22 perak, dan 43 perunggu. Hasil ini menempatkan Blitar jauh dari 10 besar, bahkan mengalami penurunan tajam dibanding Porprov edisi sebelumnya yang mampu meraih 27 emas dan bertengger di posisi 8 besar.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus, tak menampik kenyataan pahit ini. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (5/7/2025), ia menyebut minimnya waktu persiapan menjadi penyebab utama.
“Persiapan kita hanya satu bulan. Ada pergantian pengurus KONI sekitar sebulan sebelum keberangkatan. Akibatnya, monitoring terhadap para atlet dan kesiapan cabang olahraga tidak bisa maksimal,” terang Anindya.

Ironisnya, anggaran hibah untuk KONI tahun ini justru naik signifikan. Tercatat, KONI Kabupaten Blitar menerima kucuran dana sebesar Rp2,7 miliar dari APBD, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp1,3 miliar.
Namun peningkatan anggaran ini tampaknya belum berbanding lurus dengan peningkatan prestasi.

750 x 100 AD PLACEMENT

Beky Herdihansah, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Blitar, sempat mengumbar janji akan membawa Blitar ke posisi 5 besar saat dirinya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) pada 10 Mei 2025. Belakangan, janji itu direvisi menjadi target 7 besar, dengan alasan waktu persiapan yang pendek.
“Targetnya 7 besar. Ini kita bina bukan dari awal, jadi waktunya pendek sekali,” ucap Beky saat melepas kontingen di Pendopo Sasana Adi Praja, Sabtu (21/6/2025) lalu.

Sayangnya, optimisme itu tak cukup menyelamatkan performa tim. Sejumlah sumber bahkan mengungkap adanya dugaan persoalan dalam pengelolaan anggaran.

Seorang narasumber dari salah satu cabang olahraga, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan bahwa beban biaya venue latihan justru dibebankan kepada cabor.
“Kami diminta cari tempat latihan sendiri, pakai uang pribadi dulu. Katanya nanti diganti. Tapi bukankah itu tanggung jawab KONI?” keluhnya.

Kekecewaan pun merebak, sebab ekspektasi publik terlanjur tinggi. Perubahan target dari 5 ke 7 besar dianggap sebagai bentuk pesimisme, yang ternyata berujung pada penurunan enam peringkat.

750 x 100 AD PLACEMENT

Kini, bukan hanya evaluasi teknis yang harus dilakukan. Transparansi, komitmen, dan tata kelola anggaran pun menjadi sorotan publik. Porprov IX Jatim 2025 telah usai, namun pekerjaan rumah bagi KONI Kabupaten Blitar masih jauh dari selesai.

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !