

Pisah Sambut : Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyematkan rangkaian bunga kepada Kapolres Tulungagung yang baru, AKBP Dr. Ihram Kustarto, disaksikan AKBP Muhammad Taat Resdi, sebagai simbol serah terima kepemimpinan.
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Tepuk tangan dan suasana akrab mengiringi acara pisah sambut Kapolres Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
Di balik kehangatan seremoni tersebut, tersirat pesan yang lebih substansial: pergantian kepemimpinan bukan sekadar formalitas, melainkan momentum evaluasi sekaligus ujian bagi kepemimpinan berikutnya.
Jabatan Kapolres Tulungagung resmi berpindah dari AKBP Muhammad Taat Resdi kepada AKBP Dr. Ihram Kustarto. Transisi ini menjadi titik krusial bagi kesinambungan keamanan, penegakan hukum, dan kepercayaan publik di tengah dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang, Rabu (14/1/2026).
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, secara terbuka menyampaikan apresiasi atas kinerja AKBP Muhammad Taat Resdi. Menurutnya, Kapolres lama tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menghadirkan terobosan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Beliau tidak sekadar berbicara soal keamanan, tetapi menghadirkan solusi nyata. Festival balon udara bantuan sumur bor, serta berbagai inovasi sosial menjadi bukti kehadiran polisi di tengah masyarakat,” ujar Gatut Sunu.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi standar yang kini harus dijawab oleh Kapolres Tulungagung yang baru. Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung membuka ruang kolaborasi, namun menaruh harapan besar agar kepolisian semakin tegas, profesional, dan responsif terhadap persoalan riil masyarakat.
“Kami siap bersinergi, tetapi tantangan ke depan tidak ringan. Penegakan hukum harus tegas, adil, dan tidak boleh tebang pilih,” tegasnya.
Dalam sambutan perpisahan, AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang relatif kondusif merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, bukan capaian individu semata.
“Apa yang kita capai hari ini adalah hasil kolaborasi. Tanpa dukungan Forkopimda dan masyarakat, stabilitas tidak mungkin terwujud,” ungkapnya.
Di sisi lain, publik juga dihadapkan pada pertanyaan mendasar: sejauh mana rasa aman itu dirasakan secara merata, serta apakah kritik dan keluhan masyarakat telah direspons secara terbuka dan transparan.
AKBP Taat Resdi turut membagikan kesan personal selama bertugas di Tulungagung. Ia mengaku daerah ini bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang hidup bagi dirinya dan keluarga.
“Saya hidup di sini. Anak saya sekolah di sini. Dan saya jatuh cinta pada Tulungagung,” ucapnya.
Menurutnya, keramahan warga, kekayaan kuliner, serta keindahan alam Tulungagung merupakan potensi besar yang harus dijaga melalui stabilitas keamanan dan kepastian hukum.
Menutup sambutannya, AKBP Muhammad Taat Resdi yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Malang menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama berinteraksi dan melayani masyarakat Tulungagung.
Pergantian kepemimpinan ini menempatkan AKBP Dr. Ihram Kustarto di garis depan. Tantangan yang dihadapi tidak hanya menjaga situasi tetap aman dan kondusif, tetapi juga membuktikan keberanian dalam menegakkan hukum, meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian, serta menjawab ekspektasi publik yang semakin kritis.
Pisah sambut ini menjadi penanda babak baru Polres Tulungagung. Publik menanti, apakah kepemimpinan baru mampu melanjutkan capaian positif sekaligus melakukan pembenahan nyata, bukan sekadar melanjutkan rutinitas seremonial.
Jurnalis: Pandhu
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !