160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

BPBD Trenggalek Intensifkan Pembersihan Longsor di SDN 2 Ngulungwetan, Dua Kelas Lumpuh Aktivitas Belajar

Tim BPPD Trenggalek turun ke lokasi longsor didampingi Siti Mastikah Kepala SDN 2 Ngulung Wetan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.

TRENGGALEK,HARIAN NEWS-.com –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek terus melakukan upaya pembersihan material tanah longsor yang menimpa sebagian ruang kelas di SDN 2 Ngulung Wetan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek

Peristiwa ini menyebabkan dua kelas tidak dapat digunakan sementara waktu karena material longsor masuk ke dalam ruangan, sehingga aktivitas belajar-mengajar terganggu.

Kronologi kejadian bermula pada 19 Februari 2026, ketika wilayah Munjungan dan sekitarnya diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi. Curah hujan tersebut memicu longsornya tebing setinggi 10 meter dengan lebar 20 meter yang berada di dekat sekolah.

Masyarakat setempat sempat melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor, namun upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil.

750 x 100 AD PLACEMENT
SDN 2 Ngulung Wetan , Munjungan, Trenggalek.

Situasi semakin memburuk pada 28 Februari 2026, ketika terjadi longsor susulan dengan volume material yang lebih besar. Kondisi ini membuat pembersihan secara manual oleh warga dinilai kurang efektif.

Akibatnya, sebagian material masih menumpuk di area sekolah dan masuk ke ruang kelas, sehingga dua kelas tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar.

Kepala SDN 2 Ngulung Wetan, Siti Mustikah, menyampaikan kekhawatirannya: “Saat ini terdapat dua kelas yang tidak bisa dipakai. Jika tidak segera ditindaklanjuti, dikhawatirkan akan ada longsor susulan dan kegiatan belajar-mengajar menjadi terhambat.” Ia berharap penanganan segera dilakukan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan aman.

Menanggapi hal tersebut, BPBD Kabupaten Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Selain melakukan pembersihan material longsor, BPBD juga berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan agar risiko longsor susulan dapat diminimalisir. Keterlibatan langsung BPBD di lapangan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam merespons laporan warga serta melindungi keselamatan peserta didik.

750 x 100 AD PLACEMENT

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Munjungan memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor.

Kolaborasi antara masyarakat, sekolah, dan pemerintah daerah sangat diperlukan agar penanganan bencana tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif. Dengan demikian, kegiatan pendidikan dapat tetap berjalan tanpa hambatan, sekaligus menjaga keselamatan anak-anak sebagai prioritas utama.

Jurnalis: NK/Rif

750 x 100 AD PLACEMENT

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !