SURABAYA, HARIAN-NEWS.com — Berawal dari bengkel kampus, karya inovasi kendaraan listrik mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kini tampil di panggung otomotif nasional hingga kompetisi internasional. Melalui ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026, Anargya ITS Formula EV Team memperkenalkan teknologi kendaraan listrik buatannya sekaligus memamerkan sederet prestasi yang berhasil diraih di level dunia.
Semangat inovasi kendaraan listrik karya anak bangsa menggema di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026. Anargya ITS Formula EV Team hadir bukan hanya sebagai peserta pameran, tetapi juga membawa pesan bahwa mahasiswa Indonesia mampu menciptakan teknologi kendaraan listrik yang kompetitif hingga level internasional.
Dalam sesi talkshow yang digelar Kamis (28/5/2026), tim riset mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang mengusung tagline #AlwaysEnergized memperkenalkan perjalanan inovasi mereka, mulai dari pengembangan kendaraan listrik hingga sederet prestasi yang berhasil diraih di berbagai kompetisi dunia.
Anargya turut memamerkan tiga produk unggulan, yakni Formula EV Car (Mark Series), Go-Kart EV, dan Thevin, motor listrik hasil konversi dari Yamaha Scorpio yang menjadi pusat perhatian pengunjung selama pameran berlangsung.
“Thevin merupakan bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu merancang dan membangun kendaraan listrik yang siap digunakan.
Dengan 70 persen komponen buatan dalam negeri, motor ini mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam,” ujar Muh. Bilal Jundillah Mafaza.
Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, terutama saat melihat langsung Thevin yang mengusung konsep tracker elektrik. Kehadirannya menjadi simbol berkembangnya inovasi kendaraan listrik nasional yang lahir dari kreativitas dan kemampuan generasi muda Indonesia.

Selain menampilkan karya teknologi, Anargya juga membagikan pengalaman mereka di ajang Formula SAE Japan, salah satu kompetisi mobil formula mahasiswa paling bergengsi di dunia. Kompetisi tersebut tidak hanya menguji performa kendaraan, tetapi juga kemampuan desain teknik, strategi bisnis, manufaktur, dan presentasi di hadapan para profesional industri otomotif global.
Prestasi Anargya di tingkat internasional pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada Formula SAE Japan 2025, tim ini berhasil meraih Winner PR Awards, penghargaan untuk strategi komunikasi dan publikasi terbaik. Setahun sebelumnya, mereka menyabet 1st Place South East Asian Team Ranking serta 2nd Place EV Class Ranking kategori Overseas Team.
Capaian tersebut melengkapi rekam jejak gemilang Anargya yang sebelumnya juga meraih 1st Place Overall dalam kompetisi Pi-EV Bharat 2022 di India.
Menurut Annisa Isnaina Padparadzka, kehadiran Anargya di IIMS Surabaya merupakan upaya memperkenalkan potensi teknologi kendaraan listrik karya mahasiswa Indonesia kepada masyarakat luas sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik nasional.
“Kami berharap kehadiran Anargya dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat bahwa inovasi kendaraan listrik anak bangsa sudah ada, nyata, dan terus berkembang,” ujarnya.
Bernaung di bawah Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) ITS, Anargya ITS Formula EV Team terus mengembangkan berbagai inovasi kendaraan listrik sebagai kontribusi nyata menuju masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Jurnalis AA














