
SURABAYA, HARIAN-NEWS.com – Komitmen mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik kembali ditunjukkan Tim Anargya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tim tersebut resmi memberangkatkan mobil balap listrik Anargya Formula EV Mark 6.0 menuju Jepang sebagai persiapan mengikuti Formula Society of Automotive Engineers (FSAE) Japan 2026, kompetisi bergengsi tingkat internasional yang akan berlangsung pada 2–7 Agustus 2026 di Aichi Sky Expo, Nagoya.
Pengiriman mobil dilakukan dari Surabaya pada Senin (6/7/2026). Berdasarkan jadwal Estimated Time of Arrival (ETA), kendaraan dijadwalkan tiba di Jepang pada 21 Juli 2026. Rentang waktu tersebut akan dimanfaatkan tim untuk melakukan pemeriksaan teknis akhir, pengujian sistem, serta penyesuaian kendaraan sebelum memasuki tahapan kompetisi.

Perwakilan Tim Anargya ITS, Muhammad Bilal, mengatakan keberangkatan Formula EV Mark 6.0 merupakan tonggak penting dalam perjalanan riset dan inovasi yang telah dikembangkan selama berbulan-bulan.
“Keberangkatan Anargya EV Mark 6.0 merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan riset seluruh anggota tim. Kami bersyukur proses pengiriman berjalan sesuai jadwal sehingga masih memiliki waktu untuk melakukan persiapan teknis sebelum kompetisi dimulai,” ujarnya.
Bilal menegaskan, partisipasi dalam FSAE Japan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan mengukur kemampuan mahasiswa Indonesia dalam merancang, membangun, dan mengembangkan kendaraan listrik yang memenuhi standar industri otomotif global.
Keikutsertaan Anargya ITS mendapat dukungan dari berbagai mitra industri nasional maupun internasional yang memiliki komitmen terhadap pengembangan teknologi kendaraan listrik dan energi berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem riset sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjawab tantangan transformasi industri otomotif.
Selain dukungan industri, perjuangan Tim Anargya ITS juga mendapat pendampingan dari berbagai mitra media yang berperan memperluas publikasi mengenai inovasi mahasiswa Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Keikutsertaan dalam FSAE Japan 2026 menjadi momentum bagi ITS untuk kembali menunjukkan kapasitas perguruan tinggi Indonesia dalam menghasilkan inovasi berbasis riset. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang pembuktian bahwa teknologi kendaraan listrik yang dikembangkan mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global melalui inovasi, kolaborasi, dan penguasaan teknologi yang berkelanjutan.
Jurnalis: Arfa














