EkonomiPemerintahan

Ahmad Baharudin Dorong PG Modjopanggoong Tingkatkan Rendemen dan Perkuat Ekonomi Petani

×

Ahmad Baharudin Dorong PG Modjopanggoong Tingkatkan Rendemen dan Perkuat Ekonomi Petani

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Tradisi “Tebu Manten” mewarnai Tasyakuran Buka Giling Tahun 2026 di PG Modjopanggoong Tulungagung, Sabtu (9/5/2026). Momentum tersebut tidak hanya menjadi simbol budaya dan kebersamaan antara pabrik gula dengan petani, tetapi juga penegasan komitmen bersama mendukung swasembada gula nasional.

Acara di aula PG Modjopanggoong itu dihadiri Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda, mitra BUMN, serta petani tebu dari Tulungagung, Blitar, Malang, dan Trenggalek.

Sugiyanto, Administratur PG. Modjopanggung Tulungagung

General Manager PG Modjopanggoong, Sugiyanto, mengatakan musim giling tahun 2026 menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi gula dalam negeri.
“Ini bukan hanya soal produksi gula, tetapi bagian dari tanggung jawab bersama mendukung ketahanan pangan dan swasembada gula nasional,” ujar Sugiyanto.

PG Modjopanggoong dijadwalkan mulai melakukan giling tebu secara resmi pada 3 Juni 2026 dengan target musim giling selama 161 hari.

Ahmad Baharudin, Plt. Bupati Tulungagung.

Sementara itu, Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin memberikan apresiasi terhadap peran strategis PG Modjopanggoong yang selama ini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat pedesaan.

Menurutnya, aktivitas musim giling mampu menciptakan perputaran ekonomi yang luas, mulai sektor pertanian, tenaga kerja, transportasi, hingga perdagangan masyarakat sekitar.
“Keberadaan PG Modjopanggoong memiliki dampak besar bagi ekonomi masyarakat. Musim giling selalu menjadi momentum yang mampu menggerakkan banyak sektor,” ungkap Ahmad Baharudin.

Meski demikian, Ahmad Baharudin berharap capaian rendemen PG Modjopanggoong yang saat ini berada di angka 7,21 dapat terus ditingkatkan melalui penguatan kualitas tebu, pendampingan petani, serta peningkatan efisiensi produksi.

Ia optimistis, dengan sinergi antara pemerintah daerah, pabrik gula, dan petani, kualitas produksi gula Tulungagung akan semakin baik dan mampu meningkatkan daya saing industri gula nasional.

Menurutnya, penguatan pendampingan pertanian, penggunaan bibit unggul, serta pola budidaya yang tepat akan menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produktivitas tebu rakyat.

Tradisi “Tebu Manten” sendiri kembali menjadi simbol harmonisasi hubungan antara petani dan pabrik gula sebagai fondasi utama keberlangsungan industri gula nasional.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap musim giling tahun 2026 berjalan lancar dan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Jurnalis : Pandhu.