

MALANG, HARIAN-NEWS.com – Bank Mandiri dan Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur mewadahi potensi Kades melalui Program Manager Mandiri Desa yang menekankan skill prinsip kewirausahaan.
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, program ini hampir mirip dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nama Laku Pandai.
“Jadi Kades sebagai manager Bank di tingkat desa harus memiliki skill kewirausahaan serta dituntut bekerja ekstra di luar jam kantor, yang biasa suka keluyuran, mulai hari ini tidak bisa lagi,” kata Wabup Malang Didik Gatot Subroto saat melaunching Manager Mandiri Desa di Pendopo Pringitan Kabupaten Malang, Rabu (2/3/2022).
Dengan perkembangan dunia teknologi digitalisasi yang semakin canggih dan menjadi pembahasan di tingkat nasional yang mempengaruhi roda pemerintahan dan roda perbankan, perbankan dituntut untuk terus melakukan pembaharuan.
“Untuk itu perbankan dituntut untuk terus melakukan inovasi digitalisasi, salah satunya adalah Program Manager Mandiri Desa yang saat ini dilaunching. Dengan adanya digitalisasi ini di Pemerintahan, nantinya secara keseluruhan pelayanan sudah menggunakan sistem online atau digitalisasi,” terang Wabup Malang.
Didik melanjutkan, dengan adanya program ini di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Malang, tentu sangat bagus. Namun ada problem yang harus dihadapi para Kades.
“Para Kades dituntut untuk sesering mungkin melakukan sosialisasi pada warga, serta memiliki kemampuan teknologi digital,” jelasnya.
Kades harus lebih kreatif dan komunikatif, serta jeli dalam membaca situasi dan kondisi di masyarakat.
“Apabila di desa tersebut sedang dalam musim panen apapun, para Kades bisa mengundang pedagang dan petani dalam melakukan transaksi keuangan, dijadikan nasabah pada program yang bekerjasama dengan Bank Mandiri ini,” beber Didik yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.
Wabup mengaku senang apabila nantinya program manager di desa ini berjalan dengan baik dan mandiri dengan keunggulan serta responsif.
“Program ini kalau berjalan dengan baik, maka Kades akan memiliki pendapatan tambahan atas kerja kerasnya, masyarakat juga senang karena pelayanan perbankan tidak perlu datang ke bank yang mungkin agak jauh dari rumahnya, cukup datang ke desa, transaksi apapun bisa terlayani,” tandas mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang.
Sementara itu, Pembina AKD Jawa Timur Dwi Sulaksono mengaku senang dan bangga karena program ini baru pertama kali dijalankan di Jawa Timur.
“Kami sangat berterima kasih pada Bank Mandiri Jawa timur yang mau bekerjasama dengan AKD untuk memberikan pelayanan perbankan di desa, yang nantinya turut serta mengangkat perekonomian di desa tersebut. Saya ucapkan terima kasih juga kepada Pemkab Malang atas suportnya sehingga program ini bisa berjalan dengan baik,” pungkas Dwi Sulaksono.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !