MalangPemerintahan

Sampah Menumpuk di Jembatan Mondoroko, PU SDA Turunkan Alat Berat

×

Sampah Menumpuk di Jembatan Mondoroko, PU SDA Turunkan Alat Berat

Sebarkan artikel ini
Sampah Menumpuk di Jembatan Mondoroko, PU SDA Turunkan Alat Berat
Sampah Menumpuk di Jembatan Mondoroko, PU SDA Turunkan Alat Berat

MALANG, HARIAN-NEWS.com – Tumpukan sampah dan material di sekitar Jembatan Mondoroko, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mendapat penanganan dari UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Singosari. Pembersihan menggunakan alat berat dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran sungai sekaligus mengantisipasi potensi luapan air saat musim hujan.

Penanganan tersebut dilakukan setelah adanya pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Malang. Pembersihan dilaksanakan pada Kamis (24/9/2026), dengan fokus pada tumpukan sampah dan material yang berpotensi menghambat aliran, terutama di sekitar pilar jembatan.

Kepala UPT PSDA Singosari, Hery Kristiono, mengatakan pihaknya turun ke lapangan setelah menerima arahan dari kepala dinas untuk mengecek kondisi sungai di kawasan tersebut.

“Awalnya ada aduan dari masyarakat. Kemudian kami mendapat tindak lanjut dari Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Malang untuk mengecek kondisi di lapangan,” kata Hery saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).

Menurut Hery, pembersihan perlu dilakukan untuk mengantisipasi risiko terganggunya aliran air ketika curah hujan meningkat. Tumpukan sampah dan material di sekitar jembatan dikhawatirkan menghambat aliran sungai sehingga berpotensi memicu luapan ke kawasan sekitar, termasuk permukiman dan fasilitas umum.

Jembatan Mondoroko  tampak Bersih dari sampah usai dilakukan penanganan sampah dengan alat berat Jembatan Mondorok oleh  UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Singosari, DPU SDA.

Meski lokasi tersebut tidak sepenuhnya berada dalam kewenangan DPU SDA Kabupaten Malang, pihaknya tetap melakukan penanganan sebagai upaya membantu menjaga kelancaran aliran sungai.

“Kami berupaya membantu melakukan pembersihan sungai di Mondoroko karena kami khawatir ketika musim penghujan terjadi luapan air,” jelasnya.

Pertemuan Dua Aliran Sungai Jadi Perhatian

Hery menjelaskan, kondisi aliran air di kawasan Mondoroko cukup kompleks karena terdapat pertemuan dua aliran sungai, yakni dari Sungai Klampok dan Sungai Losari.

Kondisi tersebut membuat kelancaran aliran menjadi perhatian, terutama ketika debit air meningkat akibat hujan dengan intensitas tinggi. Tumpukan sampah dan material di titik tertentu berpotensi menghambat aliran sehingga perlu dibersihkan.

Menurut Hery, penanganan secara manual tidak memungkinkan karena volume dan berat material yang harus diangkat cukup besar. Oleh sebab itu, pihaknya mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan.

“Kalau dilakukan secara manual tidak memungkinkan karena terlalu berat. Akhirnya kami menggunakan alat berat,” ungkapnya.

Pekerjaan tersebut melibatkan personel UPT PSDA Singosari dengan dukungan alat berat dari dinas. Pembersihan diprioritaskan pada bagian yang berpotensi menghambat aliran, khususnya tumpukan sampah di sekitar pilar jembatan.

“Yang kami bersihkan terutama bagian yang berpotensi menghambat aliran sungai, termasuk tumpukan sampah di sekitar pilar jembatan,” katanya.

Kesadaran Warga Jadi Kunci

Di balik upaya pembersihan dan normalisasi sungai, Hery menyoroti persoalan sampah yang masuk ke aliran sungai. Menurutnya, material sampah yang ditemukan saat kegiatan normalisasi menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Ia berharap masyarakat tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Sebab, penanganan menggunakan alat berat maupun kegiatan normalisasi tidak akan menyelesaikan persoalan secara berkelanjutan apabila kebiasaan membuang sampah ke sungai terus terjadi.

“Kami berharap ada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selama ini, yang banyak kami temukan dalam kegiatan normalisasi adalah sampah dari masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, UPT PSDA Singosari mengerahkan sekitar 10 personel. Sementara itu, pengoperasian alat berat didukung empat orang dari unsur bidang terkait di dinas.

Pembersihan ini diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran aliran sungai dan mengurangi potensi genangan maupun luapan air di sekitar Jembatan Mondoroko saat curah hujan meningkat.

Namun, upaya menjaga sungai tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pembersihan oleh pemerintah perlu diimbangi dengan kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan agar fungsi sungai tetap terjaga dan risiko gangguan aliran dapat ditekan.

Jurnalis: TS
Editor: HARIAN-NEWS.com