OlahragaTulungagung

Dekopinda Gelar Jalan Sehat Hari Koperasi Dikuti 7.000 Warga Tulungagung

×

Dekopinda Gelar Jalan Sehat Hari Koperasi Dikuti 7.000 Warga Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Peserta jalan Sehat Hari Koperasi di garis start, Minggu(20/9/2026)
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin melepas pemberangkatan jalan sehat.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Sekitar 7.000 warga memeriahkan Jalan Sehat Koperasi di Kabupaten Tulungagung, Sabtu (19/9/2026). Di balik kemeriahan kegiatan tersebut, gerakan koperasi mulai serius menyiapkan regenerasi agar kepemimpinan dan pelaku koperasi tidak terus didominasi generasi tua.

Jalan sehat menempuh jarak sekitar lima kilometer dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi sekaligus Rapat Anggota Koperasi (RAKOP) ke-79 Kabupaten Tulungagung.

Peserta tidak hanya berasal dari anggota koperasi. Pelajar dan masyarakat umum turut dilibatkan sebagai bagian dari upaya mengenalkan koperasi kepada generasi muda.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur H. Slamet Sutanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat, khususnya anak muda, tentang koperasi.

 

Menurutnya, koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan dan gotong royong.

“Tujuannya adalah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkhusus anak muda. Kita libatkan anak sekolah dan warga masyarakat bahwa koperasi itu indah,” ujar Slamet.

Plt Ketua Dekopinda Kabupaten Tulungagung H. Nyadin.

Sementara itu, Plt Ketua Dekopinda Kabupaten Tulungagung H. Nyadin menegaskan bahwa regenerasi menjadi salah satu tantangan penting yang harus segera disiapkan.

Ia menyebut kepemimpinan koperasi saat ini masih banyak didominasi generasi yang lebih tua. Karena itu, pengetahuan dan pengalaman tentang koperasi perlu mulai dikenalkan kepada anak muda.

“Kita memang akan menyasar kegiatan koperasi maupun pengetahuan tentang koperasi kepada kelompok anak-anak muda. Kita mulai itu, sehingga nanti pelaku-pelaku koperasi ini tidak hanya didominasi orang-orang tua,” kata Nyadin.

Menurut Nyadin, regenerasi tidak sekadar mengganti pengurus ketika masa kepemimpinan berakhir. Generasi muda harus dipersiapkan sejak awal agar memiliki pengetahuan dan pengalaman sebelum menerima mandat kepemimpinan.

“Mulai anak-anak muda dan itu akan menjadi estafet, menyambung kepemimpinan. Yang seperti saya ini suatu saat harus diganti oleh yang muda-muda,” ujarnya.

Di sisi lain, perkembangan digitalisasi, persaingan usaha, dan perubahan regulasi juga menjadi tantangan bagi gerakan koperasi. Slamet menilai koperasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

“Komunikasi harus terjalin dengan baik dalam menghadapi regulasi yang makin sulit. Belum lagi kompetisi yang makin ketat dan digitalisasi yang makin luar biasa ini,” tegasnya.

Antusiasme peserta jalam sehat Hari Koperasi yang figrlar DEKOPONDA Tulingagung, Minggu(20/9/2026)

Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. Mereka perlu diberi ruang untuk memahami tata kelola koperasi sekaligus terlibat sebagai pelaku dan calon pemimpin koperasi.

Rangkaian peringatan Hari Koperasi di Tulungagung sendiri telah berlangsung sejak Juli 2026. Sejumlah kegiatan digelar, di antaranya tasyakuran, potong tumpeng, lomba catur, bakti sosial, pembagian sembako, pemberian beasiswa tabungan bagi siswa, hingga donor darah.

Dalam kegiatan bakti sosial, gerakan koperasi menyalurkan 350 paket sembako kepada masyarakat. Setiap paket bernilai sekitar Rp100.000.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Jalan Sehat Koperasi dan agenda kopi kolaborasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tulungagung.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat dapat menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kerukunan.

“Mari kita bersama-sama bangun Tulungagung untuk menciptakan suasana damai, rukun, dan kondusif,” ujar Baharudin.

Dalam kegiatan itu, Ketua Dekopinwil Jawa Timur juga memberikan tambahan hadiah berupa satu unit sepeda listrik dan satu unit kulkas kepada peserta.

Namun, tantangan utama gerakan koperasi tidak berhenti pada meriahnya kegiatan. Regenerasi menjadi pekerjaan jangka panjang agar koperasi tetap hidup dan relevan.

Pelibatan anak muda menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi tumbuh menjadi pelaku, pengelola, sekaligus calon pemimpin koperasi di masa depan.

Jurnalis: Pandhu