Pendidikan

Posyandu Desa Trajaya Masuk Era Digital, SIM TUMBUH CERIA Perkuat Pengawasan Tumbuh Kembang Balita

×

Posyandu Desa Trajaya Masuk Era Digital, SIM TUMBUH CERIA Perkuat Pengawasan Tumbuh Kembang Balita

Sebarkan artikel ini

Tim Universitas YPIB Majalengka bersama pemerintah desa saat memberikan sosialisasi program SIM TUMBUH CERIA di Desa Trajaya.

MAJALENGKA,HARIAN-NEWS.com — Pencatatan tumbuh kembang balita di Posyandu
Desa Trajaya, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, mulai diarahkan ke sistem digital.

 

Kader Posyandu melakukan pengukuran berat dan panjang badan balita menggunakan alat
antropometri.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas YPIB Majalengka menghadirkan SIM TUMBUH CERIA (Sistem Informasi Tumbuh Kembang Anak Ceria) untuk memperkuat pengelolaan dan pemantauan data kesehatan balita.

Program tersebut dipimpin Bdn. Merlly Amalia, SST., M.Kes., bersama dua dosen lintas program studi dan mahasiswa Universitas YPIB Majalengka. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang memperoleh dukungan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Langkah digitalisasi itu diawali dengan sosialisasi pada 20 Mei 2026 di Desa Trajaya.

Sosialisasi tidak hanya menjadi ajang pengenalan aplikasi, tetapi juga digunakan untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi kader dalam melakukan pencatatan, pengukuran,dan pemantauan tumbuh kembang balita.
Persoalan tersebut menjadi penting karena data hasil pengukuran balita merupakan dasar dalam melihat perkembangan anak.

Pengelolaan data yang tidak tertata dapat menyulitkan proses pemantauan secara berkala. Karena itu, SIM TUMBUH CERIA dirancang untuk membantu kader mengelola data secara lebih terstruktur. Sistem ini mencakup pengelolaan data ibu dan balita, pencatatan hasil pengukuran, pemantauan riwayat pertumbuhan, serta fitur edukasi dan konsultasi.

Tim pengabdi menyadari bahwa teknologi tanpa kesiapan pengguna berpotensi tidak berjalan optimal. Karena itu, kader Posyandu dilibatkan sejak proses penerapan hingga pendampingan penggunaan sistem.

Kader mendapatkan pelatihan secara langsung mengenai alur penggunaan SIM TUMBUH CERIA. Mulai dari pengolahan data, pencatatan hasil pengukuran, hingga pemanfaatan
informasi yang tersedia dalam sistem.

Selain teknologi digital, aspek akurasi pengukuran juga menjadi perhatian. Tim pengabdi memberikan pelatihan penggunaan alat antropometri kepada kader agar proses pengukuran balita dilakukan secara tepat.

Sebagai dukungan terhadap pelayanan Posyandu, tim juga menyerahkan antropometri kit kepada Posyandu Desa Trajaya. Ketersediaan peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kegiatan pengukuran rutin.

Data yang diperoleh kemudian dapat dicatat dan dikelola melalui sistem digital sehingga riwayat pertumbuhan balita lebih mudah dipantau Program ini juga melibatkan mahasiswa Universitas YPIB Majalengka. Mereka tidak hanya membantu pengembangan sistem, tetapi turut melakukan pendampingan kepada kader dan masyarakat.

Bagi tim pengabdi, keberhasilan digitalisasi Posyandu tidak dapat diukur hanya dari apakah sebuah aplikasi berhasil dibuat. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana teknologi tersebut benar-benar digunakan dan memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader Posyandu, mahasiswa, dan masyarakat menjadi fondasi utama program tersebut.

Tim pengabdi menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek atas dukungan hibah Pengabdian kepada Masyarakat. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Universitas YPIB Majalengka, Pemerintah Desa Trajaya, kader Posyandu, para ibu dan balita, serta masyarakat yang terlibat dalam program.

Dengan hadirnya SIM TUMBUH CERIA, Posyandu Desa Trajaya diharapkan tidak sekadar memiliki sistem pencatatan digital, tetapi mampu membangun pengelolaan data tumbuh kembang balita yang lebih tertata, berkelanjutan, dan mudah dipantau.

Pada akhirnya, teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi harus menjadi alat untuk memastikan setiap perubahan tumbuh kembang anak dapat tercatat, dipantau, dan ditindaklanjuti dengan lebih baik.

Jurnalis : Pandhu.